Putri Kusuma Wardani menegaskan bahwa mundurnya An Se Young dari Japan Open 2026 tidak otomatis membuat jalan tunggal putri menjadi lebih ringan. Menurut Putri, persaingan tetap ketat karena masih ada banyak pemain top lain yang siap menghadang.
Putri juga memilih tidak terlalu memikirkan perubahan bagan tersebut. Ia berada di jalur yang berbeda dengan An Se Young, sehingga pendekatannya tetap sama, yakni fokus dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Langkah Putri Sudah Mulus di Babak Awal
Di babak pertama, unggulan keenam itu berhasil melewati Zhang Beiwen dari Amerika Serikat dengan skor 21-6, 21-15. Hasil tersebut membuka peluang Putri untuk melangkah lebih jauh di turnamen ini.
Meski menang cukup meyakinkan, Putri mengaku sempat terkejut dengan permainan Zhang Beiwen. Ia menilai lawannya terlihat lebih berat bergerak dibandingkan pada beberapa pertemuan terakhir.
“Untuk keseluruhan agak sedikit kaget melihat permainan Zhang Beiwen. Di beberapa pertemuan terakhir dia cukup yakin dan cukup baik, tidak gampang mati tapi hari ini pergerakannya terlihat berat jadi tadi saya terus mengarahkan bola ke tempat yang dia tidak enak,” kata Putri.
Tantangan Berikutnya Tidak Lebih Ringan
Di babak 16 besar, Putri akan menghadapi Huang Yu-Hsun dari Taiwan. Rekor pertemuan keduanya saat ini imbang 1-1 dari dua laga sebelumnya, termasuk kekalahan Putri di Indonesia Masters tahun ini.
Putri menegaskan bahwa laga berikutnya harus dijalani tanpa beban. Ia ingin tampil lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya, sambil menjaga keyakinan untuk menang.
“Terakhir saya kalah di Indonesia Masters tahun ini. Jadi pastinya besok ingin lebih bagus daripada hari ini bermainnya. Bermain dengan nothing to lose, enggak mikirin sebelumnya pernah menang ataupun pernah kalah. Lebih fokusnya dan yakin pengen menangnya,” ujar Putri.
Sebelumnya, An Se Young sudah memastikan lolos ke 16 besar sebelum memilih mundur dari turnamen. Keputusan itu membuat Nozomi Okuhara menang WO dan melaju ke perempatfinal, tetapi menurut Putri, situasi tersebut tidak banyak mengubah peta persaingan di sektor tunggal putri.
Source: sport.detik.com






