Veda Ega dan Mario Aji Abaikan Kutukan Marquez, Mandalika Tetap Ditatap Serius

Veda Ega Pratama dan Mario Aji memilih tidak terpengaruh oleh cerita kutukan Marc Marquez di Mandalika. Keduanya menilai anggapan itu tidak ada kaitannya dengan persiapan mereka untuk tampil di GP Indonesia.

Pembalap Indonesia tersebut justru menyoroti tantangan nyata yang menunggu di Sirkuit Internasional Mandalika. Bagi mereka, kondisi lintasan dan cuaca jauh lebih penting untuk dibaca ketimbang mempercayai narasi mistis yang terus melekat pada Marquez.

Angin pantai jadi perhatian utama

Veda menilai Mandalika punya karakter khusus karena berada di tepi pantai dan kerap dihantam angin cukup kencang. Kondisi itu disebutnya lebih relevan sebagai faktor balapan dibandingkan sebagai sesuatu yang bernuansa kutukan.

“Mungkin karena suhu atau angin [sehingga tidak bisa menyelesaikan balapan]. Angin yang arahnya tidak bisa diprediksi karena kami ada di pinggir laut,” ujar Veda.

Ia juga menegaskan bahwa istilah kutukan hanya melekat pada Marquez, bukan pada dirinya maupun Mario Aji. Veda mengingatkan bahwa komentar dari luar justru bisa memperbesar persepsi yang tidak perlu dan mengganggu fokus pembalap.

“Kalau kami berdua [Veda Ega dan Mario Aji] tidak percaya. Ya [kutukannya], buat Marquez kan bukan buat kami,” katanya di Jakarta, Selasa (24/7), dilansir dari Antara.

“Terus orang yang beranggapan di luar itu lebih menjerumuskan … Jadi itu tidak mempengaruhi kami berdua,” imbuh pembalap asal Wonosari, Gunungkidul, Yogyakarta itu.

Riwayat Marquez di Mandalika kembali disorot

Nama Marquez kembali ramai dibahas setelah ia tak finis dalam empat musim beruntun MotoGP Indonesia di Sirkuit Internasional Mandalika. Pada MotoGP Indonesia 2025, juara dunia MotoGP 2025 itu juga lebih cepat tersingkir setelah masuk gravel pada lap awal.

Meski begitu, Veda menduga penyebab kegagalan Marquez menyelesaikan balapan lebih mungkin terkait suhu atau angin. Ia menilai arah angin di kawasan pesisir sulit diprediksi dan dapat menyulitkan pembalap di lintasan sepanjang 4,31 kilometer itu.

Di tengah sorotan terhadap cerita Marquez, Veda Ega dan Mario Aji dipastikan tetap tampil pada GP Indonesia yang dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Oktober. Kehadiran dua pembalap nasional itu membuat publik tuan rumah tetap punya alasan kuat untuk menunggu aksi mereka di Mandalika.

InformasiDetail
Nama pembalap IndonesiaVeda Ega Pratama, Mario Aji
SirkuitSirkuit Internasional Mandalika
Panjang lintasan4,31 kilometer
Jadwal GP Indonesia9 hingga 11 Oktober

(abs/jun)

Source: www.cnnindonesia.com
Berita Terkait