Putusan NAC Breda Bisa Memicu Eredivisie Ulang, KNVB Waspadai Efek Domino Dean James

Author: Redaksi Android62

Pengadilan di Utrecht akan membacakan putusan final pada Senin (4/5/2026), dan hasilnya dapat menentukan nasib Eredivisie musim ini. Jika gugatan NAC Breda dikabulkan, KNVB menilai dampaknya tidak berhenti pada satu kasus, tetapi berpotensi menyeret banyak klub ke jalur hukum yang sama.

Di internal federasi, situasi itu sudah dibaca sebagai skenario terburuk. Direktur KNVB Marianne van Leeuwen bahkan menyebut perkara ini bisa memicu kekacauan karena klub-klub lain, termasuk Ajax Amsterdam dan Feyenoord Rotterdam, dapat ikut mengajukan klaim apabila pengadilan berpihak pada NAC.

Pusat polemiknya ada pada status kewarganegaraan bek Timnas Indonesia, Dean James. Pemain Go Ahead Eagles itu resmi menjadi Warga Negara Indonesia pada Maret 2025, sementara pendapatannya dilaporkan belum mencapai ambang 600 ribu euro yang diwajibkan bagi pemain non-Uni Eropa.

Aturan itu menjadi titik berat dalam gugatan NAC Breda. Bila pengadilan menerima argumen mereka, bukan hanya status Dean James yang dipersoalkan, tetapi juga legalitas pemain lain yang berada dalam kategori serupa.

KNVB memperkirakan dampaknya bisa jauh lebih besar dari sekadar sanksi administratif. Federasi menilai ada kemungkinan 133 pertandingan liga harus diulang karena persoalan izin kerja pemain non-Uni Eropa.

Van Leeuwen menggarisbawahi bahwa waktu kemunculan perkara ini sangat sensitif. Kalender sepak bola internasional segera memasuki periode Piala Dunia 2026, sehingga ruang untuk menyelesaikan musim Eredivisie secara normal menjadi semakin sempit.

“Dalam hal itu, mungkin tidak mungkin untuk menyelesaikan musim liga,” kata van Leeuwen. Pernyataan itu memperlihatkan betapa seriusnya ancaman yang kini dibaca KNVB dari sengketa tersebut.

Dari sisi hukum, pengacara KNVB Michiel van Dijk menjelaskan bahwa pengulangan pertandingan merupakan prosedur standar dalam aturan federasi. Ia juga menegaskan bahwa alasan ketidaklayakan pemain tidak menjadi faktor utama dalam penilaian perkara.

“Aturan standar KNVB adalah pertandingan harus diulang. Alasan ketidaklayakan pemain tidak relevan,” ujar van Dijk.

Persoalan ini ternyata tidak berhenti pada Dean James saja. ESPN melaporkan ada sekitar 25 pemain lain dari negara seperti Suriname dan Tanjung Verde yang juga baru berganti kewarganegaraan tahun ini dan ikut terseret dalam debat legalitas yang sama.

Dean James sendiri mengaku tidak mengetahui adanya masalah administratif itu sampai manajemen klub memanggilnya secara mendadak. Ia baru sadar ada protes dari NAC saat sedang menjalani latihan di fasilitas klub.

“Direktur klub Jan Willem van Dop memanggil saya dari gym. Dia mengatakan bahwa NAC ingin mengajukan protes, saya sama sekali tidak tahu apa yang terjadi,” kata James.

Rekan setimnya di Timnas Indonesia, Justin Hubner, turut menanggapi situasi ini dengan tenang. Ia menekankan bahwa para pemain hanya menjalankan tugas untuk negara dan tidak mengetahui urusan di luar lapangan.

“Kami hanya bermain untuk negara kami dan tidak mengetahui hal lain di luar itu,” kata Hubner.

Di tengah meningkatnya polemik, manajemen NEC Nijmegen juga melayangkan kritik kepada KNVB dan penyelenggara Eredivisie. Manajer Umum NEC Nijmegen Wilco van Schaik menilai klub-klub tidak mendapat sosialisasi yang memadai terkait perubahan aturan bagi pemain naturalisasi.

“Tidak satu pun lembaga pemerintah yang mengatakan apa pun tentang hal itu dalam dua tahun terakhir,” kata van Schaik. Ia menambahkan bahwa klub-klub selama ini bertindak dengan itikad baik dan merasa tidak pernah menerima pemberitahuan resmi soal kewajiban tambahan tersebut.

“Mereka tidak mengirimkan surat kepada kami, baik KNVB maupun Eredivisie. Saya sangat marah tentang hal itu. Kita semua bertindak dengan itikad baik,” ucapnya.

Sebagai jalan sementara, beberapa pemain seperti Tjaronn Chery disebut telah memperoleh diskresi melalui cap khusus pada paspor mereka. Sementara itu, penjaga gawang Etienne Vaessen menyerukan adanya jalan tengah agar pemain tetap bisa berkarier di Eropa tanpa kehilangan ikatan dengan negara asal.

“Saya ingin mendapatkan kembali kewarganegaraan Belanda, tetapi juga tetap ingin bermain untuk Suriname, jalan tengah harus ditemukan,” ujar Vaessen.

Kini, seluruh perhatian tertuju pada banding NAC Breda dan putusan pengadilan di Utrecht. Hasilnya dapat menentukan apakah Eredivisie tetap berjalan normal atau justru masuk ke fase krisis yang lebih besar.

Berita Terbaru