QRIS DIY Menembus Rp41,09 Triliun, IMDI 2025 Menguat Di Atas Rata-Rata Nasional

Nilai transaksi QRIS di Daerah Istimewa Yogyakarta terus menunjukkan lonjakan yang kuat. Hingga periode September 2025, angkanya telah menembus Rp41,09 triliun, sementara jumlah merchant QRIS di wilayah ini mencapai 987.737 dan 59 persen di antaranya berasal dari sektor usaha mikro.

Pencapaian itu memperlihatkan bahwa pembayaran digital sudah menjadi bagian dari aktivitas ekonomi harian masyarakat DIY. Di saat yang sama, daerah ini juga mencatat kinerja literasi digital yang solid melalui Indeks Masyarakat Digital Indonesia atau IMDI 2025, yang menempatkan DIY di peringkat kelima nasional dengan skor 51,13.

Pengakuan nasional untuk arah pembangunan digital DIY

Kuatnya ekosistem digital DIY ikut mendapat pengakuan lewat ajang Apresiasi Konektivitas Digital 2026. Dalam acara yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta, pada Jumat (17/4/2026), DIY dinobatkan sebagai Provinsi Pendorong Ekonomi Digital.

Penghargaan itu diberikan oleh Bakti Komdigi bersama Detikcom. Penilaian tersebut menegaskan bahwa transformasi digital di DIY bukan hanya soal penggunaan teknologi, tetapi juga sudah masuk ke layanan publik, tata kelola daerah, dan kegiatan ekonomi warga.

Jogja Smart Province jadi fondasi utama

Salah satu penopang utama perkembangan tersebut adalah konsep Jogja Smart Province atau JSP. Kerangka ini memadukan teknologi modern dengan nilai budaya lokal, lalu diterjemahkan ke dalam Rencana Induk Pengembangan Ekosistem Digital.

Rencana induk itu memuat enam dimensi strategis berbasis data. Melalui kerangka tersebut, pemerintah daerah memiliki acuan yang lebih terukur untuk menyusun kebijakan pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.

Digitalisasi juga menyentuh layanan publik dan UMKM

Arah pembangunan digital DIY tidak berhenti pada penyediaan teknologi. Kebijakannya juga diarahkan untuk mendukung Pancamulia Masyarakat Jogja lewat reformasi kalurahan yang lebih inklusif dan penguatan kawasan selatan dengan dukungan infrastruktur.

Di sektor usaha, SiBakul Jogja menjadi salah satu program yang menonjol. Platform ini dirancang untuk membantu UMKM melalui klasterisasi, kurasi, dan subsidi biaya pengiriman agar produk lokal lebih mudah menjangkau pasar yang lebih luas.

IMDI dan pertumbuhan ekonomi saling menguatkan

Hasil IMDI 2025 menjadi salah satu sinyal bahwa masyarakat DIY makin akrab dengan layanan digital. Skor 51,13 menunjukkan posisi DIY berada di atas rata-rata nasional yang tercatat 44,53.

Pencapaian itu berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi daerah yang tercatat 5,49 persen. Pada saat yang sama, sektor informasi dan komunikasi ikut memberi kontribusi penting dalam struktur ekonomi wilayah.

QRIS mendorong transaksi digital di lapangan

Adopsi QRIS di DIY bergerak cepat karena diterima luas oleh pelaku usaha dan konsumen. Jumlah merchant yang mendekati satu juta unit menunjukkan bahwa sistem pembayaran ini telah menjangkau basis ekonomi yang sangat besar, terutama pelaku usaha mikro.

Nilai transaksi Rp41,09 triliun juga menegaskan besarnya perputaran ekonomi melalui kanal digital di daerah ini. Kenaikannya yang mencapai 237,19 persen secara tahunan memperlihatkan bahwa penggunaan QRIS tidak lagi terbatas pada kelompok tertentu, melainkan telah menjadi pilihan transaksi yang umum.

Kolaborasi lintas lembaga menjaga ekosistem tetap tumbuh

Perkembangan digital di DIY tidak berdiri sendiri karena ditopang regulasi dan kerja sama antarlembaga. Daerah ini memperkuat ekosistem digital melalui Peraturan Daerah dan Peraturan Gubernur yang berkaitan dengan industri kreatif.

Pemerintah daerah juga membentuk TP2DD untuk mempercepat elektronifikasi transaksi pemerintah. Di sisi lain, kolaborasi bersama Bank Indonesia, BPD DIY, dan mitra teknologi global membantu menjaga pengembangan digital tetap bergerak dari hulu ke hilir.

Dengan kombinasi regulasi, kolaborasi, infrastruktur, dan pemberdayaan UMKM, DIY menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi digital dapat berjalan beriringan dengan penguatan ekonomi lokal. Data IMDI yang di atas rata-rata nasional serta transaksi QRIS yang terus melesat menjadi gambaran bahwa arah pembangunan digital di wilayah ini telah masuk ke tahap yang lebih matang.

Berita Terkait