Radoi Segera Tinggalkan FCSB, Becali Siapkan Empat Nama Pengganti Jelang Farul Constanta

FCSB kini harus bergerak cepat karena Mirel Radoi disebut segera meninggalkan klub setelah laga melawan Farul Constanta. Kondisi itu membuat Gigi Becali berada dalam situasi mendesak untuk menyiapkan pengganti agar tim tidak kehilangan arah di momen penting.

Masalahnya, pergantian ini tidak hanya menyangkut satu sosok pelatih. Becali juga harus mencari jalan untuk menutup kekosongan pada jajaran staf teknis yang ikut bekerja bersama Radoi, sehingga proses transisi di internal tim berpotensi berjalan cukup rumit.

Empat nama mulai disiapkan

Laporan ProSport menyebut Becali sudah menaruh empat kandidat dalam daftar pilihan untuk mengisi kursi pelatih FCSB. Nama-nama itu adalah Elias Charalambous, Laurențiu Reghecampf, Andrei Prepeliță, dan Toni Petrea.

Dari keempat opsi tersebut, Charalambous dan Reghecampf disebut sebagai kandidat paling kuat. Keduanya dinilai punya pengalaman yang memadai dan pernah berada dalam orbit kepemimpinan Becali pada masa yang berbeda di klub itu, sehingga peluang mereka tampak lebih menonjol dibanding nama lain.

Pilihan pelatih baru menjadi krusial karena FCSB tidak sedang mencari figur simbolis semata. Klub membutuhkan sosok yang mampu menjaga kestabilan tim ketika target besar masih terus dikejar, termasuk peluang untuk meraih tiket ke kompetisi Eropa musim depan.

Situasi ruang ganti ikut memanas

Di saat pencarian pengganti Radoi berjalan, FCSB juga menghadapi gesekan internal yang berkaitan dengan Vlad Chiriches. Becali disebut meminta agar bek senior itu tidak dimainkan saat laga play-off UEFA Conference League, tetapi Radoi tetap menurunkannya ketika melawan Otelul.

Keputusan tersebut memancing perhatian karena memperlihatkan adanya perbedaan pandangan antara manajemen dan staf teknis. Bagi FCSB, persoalan ini menambah beban menjelang duel berikutnya melawan Farul Constanta, sebab pergantian pelatih datang bersamaan dengan situasi yang belum sepenuhnya stabil.

Panduru membela keputusan Radoi

Di tengah polemik itu, Basarab Panduru ikut memberi pandangan yang berbeda. Mantan pemain internasional Rumania tersebut justru membela langkah Radoi yang tetap memainkan Chiriches, karena menurutnya sang bek masih lebih baik dibanding opsi lain yang tersedia di skuad FCSB saat ini.

Panduru menegaskan bahwa keputusan itu lahir dari pertimbangan kualitas, bukan semata-mata karena nama besar pemain. Ia bahkan menyampaikan, “Era cel mai bun, ceilalţi pe care voia să-i vadă nu erau buni. Era mai bun Chiricheş,” kepada Prima Sport.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa dari sudut pandang Panduru, Radoi memilih komposisi yang paling masuk akal secara teknis. Pelatih, menurutnya, harus menyiapkan pilihan terbaik sebelum laga penting dimulai dan tidak semestinya mengubah keputusan hanya karena ada tekanan dari luar ruang ganti.

Waktu Becali semakin sempit

Kepergian Radoi membuat FCSB tidak punya banyak ruang untuk menunda keputusan. Tanpa kepastian pada staf teknis yang tersisa, opsi untuk sekadar mengandalkan asisten pelatih sementara juga ikut terhambat.

Karena itu, penunjukan pelatih baru kini menjadi kebutuhan yang harus segera dipenuhi. Siapa pun yang akhirnya dipilih oleh Becali akan langsung memikul beban besar untuk melanjutkan pekerjaan Radoi, menjaga ketenangan tim, dan tetap membawa FCSB berada di jalur target klub di tengah sorotan yang belum juga reda.

Berita Terkait