BPJS Kesehatan resmi menetapkan Raffi Ahmad sebagai Duta Kehormatan sebagai bentuk apresiasi atas kontribusinya dalam mendukung penguatan Program JKN. Penetapan ini juga diposisikan sebagai langkah baru dalam komunikasi publik untuk memperluas edukasi JKN melalui figur yang dekat dengan masyarakat lintas generasi.
Kehadiran Raffi diharapkan dapat membantu menjembatani pesan tentang pentingnya perlindungan kesehatan kepada masyarakat yang lebih luas. BPJS Kesehatan menilai sosok publik semacam ini bisa membuat informasi mengenai jaminan kesehatan nasional lebih mudah dipahami dan diterima.
Pesan gotong royong di balik Program JKN
Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menegaskan bahwa Program JKN kini telah menjelma menjadi salah satu sistem jaminan kesehatan sosial terbesar di dunia. Cakupan kepesertaannya disebut mencapai 284,9 juta jiwa atau lebih dari 98 persen penduduk Indonesia.
Prihati menekankan bahwa kekuatan utama program ini terletak pada nilai gotong royong. Ia menjelaskan bahwa Program JKN bukan hanya sistem pembiayaan layanan kesehatan, melainkan juga cerminan kebersamaan bangsa Indonesia.
Menurut dia, peserta yang sehat ikut membantu yang sakit, sedangkan yang mampu turut menopang yang membutuhkan. Karena itu, keberlangsungan program dinilai memerlukan dukungan banyak pihak, termasuk tokoh publik yang dapat menyampaikan pesan positif secara luas.
Di tengah perkembangan komunikasi digital, BPJS Kesehatan menilai edukasi publik menjadi semakin penting. Masyarakat perlu terus memahami hak, kewajiban, dan manfaat ketika menjadi peserta JKN.
Alasan Raffi Ahmad dinilai tepat
Pemilihan Raffi Ahmad tidak dilakukan tanpa pertimbangan. BPJS Kesehatan menyebut dia bukan hanya dikenal sebagai figur publik di dunia seni, tetapi juga menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda.
Lembaga itu menilai Raffi memiliki kepedulian sosial yang tinggi dan mampu menjangkau generasi muda serta masyarakat produktif. Daya jangkau seperti itu dianggap penting agar pesan edukasi tentang Program JKN lebih mudah diterima oleh kelompok yang luas.
BPJS Kesehatan juga menyoroti langkah Raffi yang mendaftarkan para pekerja atau karyawannya beserta anggota keluarga mereka sebagai peserta Program JKN. Tindakan tersebut dinilai sebagai contoh kepatuhan terhadap regulasi sekaligus bentuk perlindungan kesehatan bagi pekerja.
Prihati menyampaikan bahwa langkah itu menunjukkan perlindungan kesehatan bisa dimulai dari lingkungan usaha masing-masing. Ia menilai hal tersebut memberi teladan bahwa tanggung jawab menjaga kesehatan pekerja bukan hanya milik individu, tetapi juga bagian dari peran pemberi kerja.
Makna gelar Duta Kehormatan
Anggota Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Rukijo, yang hadir mewakili Ketua Dewan BPJS Kesehatan, menjelaskan bahwa gelar Duta Kehormatan memiliki makna simbolis yang kuat. Menurut dia, gelar tersebut mewakili nilai organisasi, figur teladan, sekaligus jembatan komunikasi dengan masyarakat.
Rukijo menilai kehadiran Raffi Ahmad memberi nilai strategis bagi perluasan jangkauan pesan BPJS Kesehatan. Ia juga menambahkan bahwa figur publik dapat membantu memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap Program JKN.
Dalam keterangannya, BPJS Kesehatan berharap kolaborasi semacam ini dapat memperkuat literasi masyarakat mengenai kepesertaan aktif, ketertiban pembayaran iuran, dan pemanfaatan layanan kesehatan secara tepat. Pesan tersebut dianggap penting agar publik memahami bahwa Program JKN adalah program negara yang manfaatnya dirasakan langsung oleh banyak lapisan masyarakat.
Respons Raffi Ahmad
Raffi Ahmad menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan BPJS Kesehatan. Ia menilai gelar yang diterimanya bukan sekadar penghargaan, tetapi amanah untuk ikut menyuarakan pentingnya perlindungan kesehatan bagi masyarakat Indonesia.
Ia menyebut Program JKN sebagai wujud kehadiran negara bagi seluruh lapisan masyarakat. Menurutnya, negara berupaya menghadirkan kepastian akses layanan kesehatan yang berkualitas tanpa membebani masyarakat dengan biaya yang mahal.
Raffi juga menyoroti pentingnya gaya hidup sehat sejak usia muda. Ia menyebut olahraga rutin, pola makan bergizi, dan pikiran positif sebagai bagian dari investasi kesehatan untuk diri sendiri maupun keluarga.
Dalam pernyataannya, Raffi mengajak masyarakat untuk aktif menjadi peserta, disiplin membayar iuran, dan bersama menjaga keberlanjutan Program JKN. Ajakan itu sejalan dengan pesan BPJS Kesehatan bahwa semangat gotong royong perlu terus dirawat agar perlindungan kesehatan tetap hadir saat dibutuhkan.
