Rahang Mini Ini Mengubah Peta Evolusi Reptil Purba, Jejak Baru dari Brasil

Author: Redaksi Android62

Fosil rahang bawah kiri yang panjangnya kurang dari 9 milimeter kini memberi petunjuk penting tentang posisi Cargninia enigmatica dalam evolusi reptil. Spesimen kecil dari Brasil itu memperjelas bahwa kerabat purba lepidosaur ini bukan sekadar fosil langka, melainkan kunci untuk membaca cabang awal reptil yang masih menyisakan banyak tanda tanya.

Temuan baru tersebut berasal dari situs Linha São Luiz di Faxinal do Soturno, Negara Bagian Rio Grande do Sul, Brasil, lokasi yang sama dengan penemuan awal. Walau ukurannya sangat kecil, rahang itu menyimpan 12 gigi dan menunjukkan bahwa dentari lengkapnya kemungkinan memiliki hingga 18 gigi.

Petunjuk anatomi yang sebelumnya tersembunyi

Untuk memeriksa spesimen tanpa merusaknya, tim peneliti menggunakan pemindaian mikro CT. Hasilnya mengungkap jalur saraf trigeminal, saraf yang berperan dalam sensasi wajah dan pergerakan rahang.

Menurut laporan di The Anatomical Record, pola percabangan saraf itu sangat mirip dengan susunan pada lepidosaur yang masih hidup hingga sekarang. Temuan tersebut menunjukkan bahwa reptil purba ini mungkin memproses informasi sensorik trigeminal dengan cara yang dekat dengan kerabat modernnya.

Dari fragmen tunggal ke gambaran yang lebih utuh

Cargninia enigmatica pertama kali dideskripsikan pada 2010 berdasarkan fragmen tulang dentari kiri. Karena bahan awal yang tersedia hanya satu potong kecil, hubungan evolusinya selama ini sulit diuji secara lebih tegas.

Fosil baru itu mengubah situasi tersebut karena memberi detail anatomi yang sebelumnya tidak terlihat sama sekali. Para peneliti menyebut Cargninia enigmatica masih menjadi satu-satunya perwakilan yang diketahui dari garis keturunan ini di lapisan batuan Brasil, sehingga setiap temuan tambahan sangat penting untuk memahami posisinya dalam pohon evolusi.

Fakta Fosil Rincian
Spesimen Rahang bawah kiri Cargninia enigmatica
Panjang fosil Kurang dari 9 milimeter
Jumlah gigi yang terlihat 12 gigi
Perkiraan jumlah gigi dentari lengkap Hingga 18 gigi
Lokasi temuan Linha São Luiz, Faxinal do Soturno, Rio Grande do Sul, Brasil

Posisinya dalam evolusi makin mengerucut

Saat pertama kali dideskripsikan, ukuran gigi Cargninia yang sangat kecil, sekitar 0,4 hingga 0,5 milimeter dari depan ke belakang, serta pola implantasi subakrodon membuatnya diidentifikasi sebagai lepidosaur non rinkosefalia. Ada pula kemiripan yang disebut peneliti antara pola implantasi gigi Cargninia dan Icarosaurus, reptil kuehneosaurid dari Formasi Lockatong pada Trias Akhir di Amerika Serikat.

Untuk pertama kalinya, spesies ini kemudian dimasukkan ke dalam analisis filogenetik berskala besar. Hasilnya, Cargninia enigmatica secara konsisten muncul sebagai lepidosauromorf non lepidosaur, sehingga memperkuat dugaan sebelumnya tentang posisinya dalam evolusi reptil.

Studi itu juga menegaskan bahwa sejarah awal Lepidosauromorpha masih menyimpan banyak pertanyaan. Lepidosauromorpha dan Archosauromorpha berpisah menjelang akhir periode Permian, tetapi sejumlah anggota awal garis keturunan lepidosauromorf masih belum memiliki posisi yang benar-benar jelas di pohon evolusi.

Cargninia enigmatica hidup pada awal masa Norian di periode Trias Akhir. Saat itu, ia berbagi habitat dengan dinosaurus awal, kerabat mamalia, reptil primitif kerabat buaya, dan beberapa kerabat awal tuatara.

Berita Terbaru