Meta Terancam Denda 6% di Uni Eropa, Desain Instagram dan Facebook Disorot

Author: Redaksi Android62

Komisi Eropa menilai Meta Platforms Inc. berisiko melanggar Undang-Undang Layanan Digital atau DSA Uni Eropa karena desain Instagram dan Facebook dinilai mendorong penggunaan yang adiktif. Jika pelanggaran itu dipastikan secara hukum, Meta dapat menghadapi keputusan ketidakpatuhan resmi dan denda hingga 6% dari omzet tahunan globalnya.

Ancaman itu menjadi sorotan besar karena pendapatan tahunan Meta Platforms, Inc. pada 2025 tercatat sebesar US$ 200,97 miliar. Dengan skala pendapatan sebesar itu, sanksi dari Uni Eropa berpotensi bernilai sangat besar bila temuan regulator bertahan sampai tahap akhir.

Fitur yang Dipersoalkan Regulator

Investigasi Komisi Eropa tidak hanya menyorot konten, tetapi juga elemen desain yang dianggap bisa memicu kebiasaan kompulsif. Beberapa fitur yang masuk perhatian adalah infinite scroll, autoplay, push notifications, dan sistem rekomendasi konten yang sangat terpersonalisasi.

Fitur Alasan Disorot Dampak yang Dikhawatirkan
Infinite scroll Memungkinkan gulir tanpa batas Mendorong pengguna terus menggulir
Autoplay Video diputar otomatis Memicu penggunaan berkelanjutan
Push notifications Notifikasi munculan yang agresif Menambah dorongan untuk kembali membuka aplikasi
Rekomendasi terpersonalisasi Konten disusun sangat sesuai perilaku pengguna Memperkuat kebiasaan penggunaan kompulsif

Melansir teknologi.bisnis.com dari GSMArena, Komisi Eropa menilai Meta belum menilai secara memadai risiko dari desain adiktif itu terhadap kesejahteraan fisik dan mental pengguna. Penilaian tersebut juga mencakup anak di bawah umur dan orang dewasa yang rentan.

Dalam pernyataan resminya, Komisi Eropa menyebut kombinasi rekomendasi yang sangat terpersonalisasi, pemutaran video otomatis, dan gulir tanpa henti dapat mendorong pengguna masuk ke “mode autopilot”. Otoritas Eropa menilai pola itu berkontribusi pada kebiasaan tidak sehat dan penggunaan kompulsif.

Kontrol Remaja dan Orang Tua Dipandang Belum Cukup

Regulator Uni Eropa juga menyoroti kurangnya perhatian Meta terhadap data penting mengenai durasi aktivitas digital remaja pada malam hari. Selain itu, format seperti reels dan stories disebut dapat mendorong penggunaan layanan yang berlebihan atau kompulsif.

Fitur manajemen waktu yang terintegrasi di Instagram dan Facebook, termasuk perlindungan otomatis untuk akun remaja, dinilai tidak efektif. Komisi Eropa berpendapat perlindungan itu mudah diabaikan dan tidak memberi pengurangan serta kontrol yang berarti atas penggunaan layanan.

Kontrol orang tua yang tersedia juga dianggap belum cukup membantu karena dinilai hanya efektif jika wali memiliki keahlian teknis yang memadai. Safety Center milik Meta, yang berisi tips dan tautan kesehatan mental, turut dinilai belum cukup untuk meredam dampak buruk yang ditemukan regulator.

Komisi Eropa meminta Meta melakukan perubahan struktural pada desain Instagram dan Facebook. Regulator mendesak agar fitur adiktif utama dimatikan otomatis secara default, jeda waktu layar diperketat, dan sistem rekomendasi konten dirombak agar tidak semata mengejar engagement.

Meta masih memiliki hak hukum untuk mengajukan pembelaan diri atas tuduhan tersebut. Namun, jika sanggahan itu gagal, proses ini dapat berujung pada keputusan ketidakpatuhan resmi dan denda yang nilainya mengikuti skala pendapatan global perusahaan.

Source: teknologi.bisnis.com
Berita Terbaru