Penangkapan Taufik Hidayat di kawasan Majalaya, Kabupaten Bandung, menjadi titik penting dalam penanganan kasus penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR, 29. Langkah Polda Jawa Barat itu dinilai membuka jalan bagi keadilan bagi korban sekaligus memberi kepastian hukum kepada masyarakat.
Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Rajiv, menyampaikan apresiasi atas kerja kepolisian yang berhasil mengamankan terduga pelaku. Ia menilai penanganan cepat aparat menunjukkan profesionalisme Polri dalam merespons kasus yang melukai rasa kemanusiaan.
Kasus yang dinilai sangat serius
Rajiv menyoroti dugaan tindak penyekapan dan penyiksaan yang dialami korban sebagai perbuatan yang sangat berat. Menurut dia, tindakan itu bukan hanya menimbulkan penderitaan fisik, tetapi juga meninggalkan dampak psikis yang mendalam.
Dalam keterangannya kepada wartawan pada Rabu, 24 Juni 2026, Rajiv mengatakan, “Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kapolda Jawa Barat beserta seluruh jajaran yang telah bekerja keras hingga berhasil menangkap pelaku.”
Dorongan agar proses hukum tidak berhenti di satu nama
Rajiv meminta proses hukum terhadap Taufik dijalankan secara profesional dan transparan. Ia juga mendorong aparat menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam peristiwa itu, termasuk unsur pembiaran atau keterlibatan lain yang belum terungkap.
Ia menilai penyelidikan perlu berjalan tuntas agar semua pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai aturan. Menurut dia, jika pelaku terbukti bersalah, pengadilan harus menjatuhkan sanksi yang paling berat sebagai efek jera.
Pemulihan korban juga menjadi perhatian
Di luar penegakan hukum, Rajiv menekankan pentingnya pemulihan korban secara menyeluruh. Ia mengapresiasi kolaborasi tenaga medis dan pemerintah daerah yang telah bergerak memberi pendampingan kepada korban.
Rajiv berharap YTR memperoleh bantuan medis, psikologis, dan sosial secara berkelanjutan. Pendampingan itu, kata dia, penting agar korban dapat kembali menjalani kehidupan bersama keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk lebih peka terhadap kekerasan terhadap perempuan. Kasus ini, menurut dia, menjadi pengingat bahwa negara hadir dan tidak tinggal diam terhadap kejahatan kemanusiaan.
Penangkapan Taufik di Majalaya sendiri menjadi perkembangan yang disorot karena dilakukan setelah kasus tersebut mendapat perhatian publik. Bagi Rajiv, keberhasilan aparat bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi juga sinyal bahwa korban berhak memperoleh perlindungan dan keadilan yang nyata.
Source: www.suara.com






