Ancol akan menjadi pusat perhatian motorsport dunia saat FIA Rallycross World Cup digelar di kawasan itu pada 5–6 Desember. Ajang ini menandai kejuaraan dunia rallycross pertama yang berlangsung di Asia Tenggara, sekaligus menempatkan Jakarta dalam sorotan internasional sebagai tuan rumah event otomotif berkelas dunia.
Penetapan Jakarta sebagai lokasi penyelenggaraan membawa dampak yang lebih luas dari sekadar balapan. Kota ini dinilai semakin dipercaya untuk menggelar ajang berstandar global, sementara Ancol disiapkan sebagai lintasan yang akan menguji keterampilan pebalap dengan karakter medan yang tidak biasa.
Lintasan mixed-surface jadi tantangan utama
Berbeda dari sirkuit pada umumnya, lintasan rallycross di Ancol akan memakai kombinasi permukaan aspal dan tanah. Komposisinya dibuat 60 persen aspal dan 40 persen tanah, sehingga karakter trek berubah dalam satu perlombaan dan menuntut penyesuaian cepat dari para pebalap.
Format seperti ini dikenal lebih sulit karena mobil harus tetap stabil saat berpindah dari permukaan dengan daya cengkeram tinggi ke area yang lebih licin. Situasi tersebut membuat kecepatan, presisi, dan kemampuan beradaptasi menjadi faktor penting sepanjang lomba.
Mobil yang akan bertanding berasal dari kategori Euro RX1 dan RX3. Kendaraan tersebut menggunakan mesin pembakaran internal, sehingga duel yang tersaji diperkirakan berlangsung rapat dan agresif dari awal hingga akhir.
Dukungan pemerintah daerah dan penyelenggara
Penunjukan Jakarta diumumkan dalam pertemuan di Balai Kota dan dikonfirmasi oleh pendiri Sarga Group, Aryo Djojohadikusumo, bersama Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Aryo menyebut ajang ini sebagai bagian dari pengembangan event olahraga yang lebih besar di Indonesia dan lahir melalui kerja sama dengan pemerintah daerah.
Ia juga menjelaskan bahwa izin resmi sudah diberikan oleh gubernur. Aryo menegaskan bahwa gelaran tersebut merupakan “world cup pertama di dunia dan digelar di Asia Tenggara”, sebuah pernyataan yang mempertegas posisi Jakarta dalam peta motorsport internasional.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyambut positif penunjukan itu dan menyebut Jakarta merasa terhormat menjadi tuan rumah. Ia menilai kehadiran rallycross akan memperkuat citra ibu kota sebagai destinasi sportainment global.
Pramono juga menilai ajang ini berpotensi menarik pembalap terbaik dunia serta penggemar dari berbagai negara. Pengaruhnya tidak hanya terasa di arena balap, tetapi juga lewat siaran global yang membawa nama Jakarta ke audiens internasional.
Bagian dari target besar Jakarta
Penyelenggaraan FIA Rallycross World Cup juga dikaitkan dengan agenda menjelang perayaan 500 tahun Jakarta pada 2027. Dalam waktu yang sama, Jakarta menargetkan diri masuk jajaran 50 besar kota global terbaik.
Keterkaitan itu menunjukkan bahwa olahraga internasional kini dipakai sebagai salah satu alat untuk memperkuat identitas kota. Melalui event seperti rallycross, Jakarta ingin tampil bukan hanya sebagai pusat pemerintahan, tetapi juga sebagai destinasi hiburan dan olahraga yang kompetitif.
Dari sisi internasional, James Nixon selaku FIA Sporting Manager Rallycross menilai Indonesia memiliki basis penggemar motorsport yang kuat. Ia menyebut ada keterlibatan yang besar dalam motorsport internasional, dukungan penggemar yang antusias, dan potensi untuk mengembangkan rallycross di level tertinggi.
Dengan dukungan pemerintah daerah, FIA, dan penyelenggara lokal, Ancol kini disiapkan menjadi panggung penting bagi salah satu event motorsport paling menantang di kalender internasional. Jika penyelenggaraan berjalan baik, posisi Indonesia di peta balap dunia berpeluang semakin kuat pada gelaran berikutnya.







