Muhammad Kiandra Ramadhipa menorehkan kemenangan penting di Circuito do Estoril, Portugal, setelah menuntaskan putaran kedua Moto3 Junior World Championship 2026 dengan duel yang baru dipastikan pada lap terakhir. Dari posisi start ketujuh, pembalap muda asal Sleman, Yogyakarta, itu mampu membalik tekanan besar menjadi hasil maksimal.
Kemenangan tersebut membuat nama Ramadhipa semakin menonjol di panggung balap junior Eropa. Ia bukan hanya mengalahkan para rival yang datang dari Eropa, tetapi juga memperlihatkan ketenangan saat persaingan di rombongan depan berlangsung sangat rapat hingga tikungan-tikungan terakhir.
Balapan Panas, Ritme Tetap Terjaga
Lomba di Estoril berlangsung dalam kondisi yang menuntut ketahanan fisik dan kecermatan teknis. Trek yang cukup panas membuat manajemen ban menjadi faktor penting, namun Ramadhipa tetap mampu menjaga ritme di barisan depan sejak lampu hijau padam.
Pembalap binaan PT Astra Honda Motor yang tergabung dalam Honda Asia-Dream Racing Junior Team itu tidak memilih pendekatan aman. Sejak awal lomba, ia langsung menempel ketat grup terdepan dan ikut dalam pertarungan yang padat.
Ketika balapan memasuki lap kedelapan, Ramadhipa memanfaatkan celah dengan cornering tajam dan racing line yang rapat. Serangan itu membawanya menembus barisan tiga besar dan membuka jalan menuju perebutan kemenangan.
Setelah itu, tekanan terus ia berikan kepada para rival di depan. Dalam beberapa momen, pembalap bernomor 32 tersebut bahkan sempat merebut posisi pertama dan menunjukkan kecepatannya berjalan konsisten pada fase krusial balapan.
Drama Putaran Pamungkas
Situasi paling menegangkan terjadi pada lap terakhir. Saat berada di posisi ketiga dan mencoba melancarkan serangan penentu, Ramadhipa sempat kehilangan dua posisi akibat duel sengit yang juga menguras grip ban.
Keadaan itu berpotensi menutup peluang kemenangan. Namun, ia tetap tenang, kembali membuka gas, lalu memanfaatkan slipstream untuk memangkas jarak dengan para pesaing di depan.
Di sektor-sektor terakhir, manuver Ramadhipa menjadi pembeda. Serangan itu sukses membawanya merebut kembali posisi terdepan sebelum melintasi garis finis lebih dulu.
Usai balapan, Ramadhipa menyebut kemenangan ini sebagai kemenangan pertamanya di Moto3 Junior World Championship. Ia juga mengakui kondisi balapan sangat sulit karena cuaca yang cukup panas.
“Saya sangat senang bisa meraih kemenangan pertama di Moto3 Junior World Championship. Balapan hari ini sangat sulit dengan kondisi yang cukup panas,” kata Ramadhipa.
Ia menambahkan sempat menghadapi momen sulit pada tikungan akhir di lap-lap awal. Meski begitu, ia merasa berhasil mengatasinya dan tetap menjaga peluang hingga lap terakhir.
“Di lap terakhir saya sempat kehilangan dua posisi, tetapi saya berhasil merebutnya di sektor-sektor terakhir,” ujar Ramadhipa.
Catatan Bersejarah untuk Indonesia
Hasil di Portugal tidak hanya menambah poin dan trofi, tetapi juga membawa Ramadhipa masuk ke lembar penting sejarah balap motor Indonesia di level junior Eropa. Ia menjadi pembalap Indonesia pertama yang menang di MotoJunior sejak Fadillah Arbi Aditama melakukannya di Barcelona pada 2023.
Lebih jauh, Ramadhipa juga resmi menjadi pembalap Indonesia pertama yang memenangi dua ajang level MotoJunior yang berbeda. Dua ajang tersebut adalah Red Bull Rookies Cup dan Moto3 Junior World Championship.
Catatan ganda itu membuat kemenangan di Estoril memiliki arti lebih besar daripada sekadar hasil satu akhir pekan. Ramadhipa menunjukkan kapasitas untuk beradaptasi dan bersaing di jalur pembinaan menuju level yang lebih tinggi.
Tambahan 25 poin penuh dari Estoril membuat koleksi poinnya kini mencapai 51. Ia naik ke posisi kedua klasemen sementara dan hanya berjarak 7 poin dari pemuncak klasemen.
Pergerakan itu memperlihatkan betapa besar dampak kemenangan ini dalam perebutan gelar musim. Dari satu balapan yang penuh tekanan, Ramadhipa bukan hanya membawa pulang kemenangan, tetapi juga menempatkan diri sebagai penantang serius di papan atas.
Respons Tim dan Laga Berikutnya
General Manager Marketing Planning & Analysis AHM, Andy Wijaya, menilai hasil di Estoril sebagai capaian yang membanggakan. Menurut dia, Ramadhipa menunjukkan kemampuan bersaing yang kuat di tengah persaingan ketat serta perkembangan performa yang semakin konsisten.
Andy juga menyebut AHM berharap momentum ini dapat terus terjaga. Ia menilai pencapaian Ramadhipa bisa menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia.
Setelah kemenangan dramatis tersebut, tantangan berikutnya sudah menunggu di putaran ketiga Moto3 Junior World Championship 2026. Seri selanjutnya akan berlangsung di Circuit de Jerez – Angel Nieto, Spanyol, pada 3-5 Juli.
Jerez akan menjadi ujian lanjutan bagi pembalap muda asal Sleman itu untuk menjaga tren positifnya. Dengan modal kemenangan dramatis, posisi kedua klasemen, dan kepercayaan diri yang sedang tinggi, perhatian kini tertuju pada langkah Ramadhipa berikutnya di lintasan Eropa.
Source: www.suara.com






