Single “IRIE” dari Ras Muhamad menempatkan talenta Indonesia Timur di pusat perhatian lewat kolaborasi musik dan visual yang lintas daerah. Proyek ini bergerak dari Sorong, Kupang, Alor, Larantuka, Yogyakarta, hingga Bali dalam satu karya yang mengusung optimisme.
Lagu reggae yang dirilis pada 9 Juli 2026 itu memanfaatkan makna irie dalam budaya Jamaika, yakni keadaan yang baik, damai, dan penuh energi positif. Dari pengertian itu, Ras Muhamad membangun pesan yang menolak energi negatif dan mengajak pendengar tetap berkarya di tengah situasi yang serba tidak pasti.
Kolaborasi yang lahir dari Indonesia Timur
Di balik video klip “IRIE”, keterlibatan nama-nama dari Indonesia Timur menjadi ciri yang paling menonjol. Video klip tersebut diproduksi di Bali dan Yogyakarta, lalu menggandeng EastPace, distro berbasis di Bali yang didirikan oleh pemilik asal Sorong, Papua.
Susunan kolaboratornya memperlihatkan bahwa proyek ini bukan sekadar menempelkan unsur daerah sebagai latar. Sebaliknya, narasi justru dibangun dengan menjadikan Indonesia Timur sebagai pusat gagasan dan pusat kerja kreatif.
| Nama | Peran | Latar |
|---|---|---|
| Ras Muhamad | Penggagas single “IRIE” | Musisi reggae |
| Alpater | Sutradara | Kupang, Nusa Tenggara Timur |
| Polle Hassan | Kolaborator musik | Lombok-Larantuka |
| Uncle T | Kolaborator musik | Alor, kini berkarya di Yogyakarta |
| Anthony HaileLuJah | Executive producer dan penyumbang ide kreatif | Kupang |
Hampir seluruh sosok penting di balik produksi visual “IRIE” memiliki akar dari kawasan timur Indonesia. Karena itu, karya ini terasa sebagai ekosistem kreatif yang saling terhubung, bukan hanya video musik biasa.
Pesan optimisme di tengah tekanan
Melalui “IRIE”, Ras Muhamad menyampaikan bahwa musik, desain, video, dan usaha kreatif lain tetap bisa tumbuh meski sistem belum sepenuhnya berpihak kepada para talenta di dalamnya. Nada kritik itu muncul tanpa kemarahan berlebihan, karena pilihan utama yang diangkat justru optimisme.
Dalam kerangka itu, irie menjadi simbol untuk terus bergerak, menjaga energi positif, dan tidak kehilangan daya cipta saat menghadapi tantangan. Pesan tersebut juga menegaskan bahwa reggae dapat dipakai untuk mengartikulasikan pengalaman sosial masyarakat Indonesia Timur, mulai dari semangat berkarya hingga kebutuhan akan pengakuan yang lebih luas.
www.medcom.id mencatat bahwa “IRIE” memperlihatkan bagaimana musik mampu melampaui batas geografis. Reggae yang lahir di Jamaika diolah menjadi bahasa bersama yang mempertemukan berbagai wilayah dalam satu karya.
Di bagian lain, proyek ini juga menunjukkan bahwa kreativitas Indonesia tidak hanya hidup di kota-kota besar. Ia tumbuh dari komunitas-komunitas yang terus bergerak meski belum selalu mendapat sorotan yang sepadan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ASA)
Source: www.medcom.id






