Valbury Asia Futures meraih rating A+++ dari Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti di tengah pasar yang masih bergerak tidak menentu. Peringkat tertinggi bagi perusahaan pialang berjangka itu menegaskan pengawasan, kepatuhan, dan perlindungan nasabah tetap menjadi perhatian utama di industri ini.
Penilaian Bappebti dilakukan secara berkala dan mencakup kepatuhan terhadap regulasi, stabilitas perusahaan, sistem pengawasan transaksi, proses internal, serta perlindungan terhadap nasabah. Bagi Valbury, capaian tersebut juga disebut menjadi bukti bahwa ekosistem trading yang sehat hanya bisa dibangun lewat disiplin dan pengawasan yang kuat.
Volatilitas masih tinggi pada emas, indeks saham global, dan saham teknologi
Di sisi pasar, tim riset Valbury mencatat volatilitas paling terasa pada periode April hingga Juni 2026 di komoditas emas atau XAU/USD, indeks saham global, serta saham-saham teknologi Amerika Serikat. Tiga area itu menunjukkan betapa sensitifnya pasar terhadap sentimen global ketika ekspektasi kebijakan moneter dan faktor geopolitik bergerak bersamaan.
Memasuki kuartal ketiga, pergerakan pasar keuangan global diperkirakan tetap berfluktuasi seiring ketidakpastian geopolitik dan arah kebijakan suku bunga bank sentral. Dalam kondisi seperti ini, instrumen investasi memang masih menawarkan peluang, tetapi hanya bagi pelaku pasar yang mampu membaca arah pergerakan dan mengelola risiko secara disiplin.
Emas, valas, dan saham AS masih diburu trader aktif
Emas tetap diproyeksikan sebagai aset lindung nilai yang diminati investor ketika pasar tidak menentu. Karakter tersebut membuat emas tetap relevan di tengah penyesuaian kebijakan moneter global dan dinamika ekonomi makro.
Pasar valuta asing dan saham Amerika Serikat juga masih dilihat menarik karena likuiditasnya tinggi. Pasangan mata uang utama atau major currencies serta saham-saham blue-chip AS menjadi pilihan bagi trader aktif yang mencari peluang transaksi harian.
Edukasi jadi fokus di tengah pasar yang bergerak cepat
Valbury menilai kondisi pasar yang semakin dinamis membuat literasi perdagangan berjangka menjadi semakin penting. Fokusnya bukan sekadar mengejar potensi keuntungan, melainkan memahami karakter pasar, risiko, dan cara mengelola posisi secara lebih terukur.
Head of Marketing & Communication Valbury, Caroline Haryono, menyebut kuartal ketiga sebagai momentum yang krusial karena pasar diperkirakan bergerak lebih dinamis. Ia mengatakan dukungan platform trading dan edukasi melalui kanal resmi perusahaan diharapkan membantu nasabah menangkap peluang pasar secara maksimal.
| Aspek | Informasi Utama | Keterangan |
|---|---|---|
| Periode volatilitas tinggi | April hingga Juni 2026 | Terlihat pada emas, indeks saham global, dan saham teknologi AS |
| Prospek pasar | Kuartal ketiga | Masih diperkirakan berfluktuasi karena geopolitik dan suku bunga |
| Program edukasi | Roadshow di sejumlah kota | Fokus pada literasi perdagangan berjangka dan manajemen risiko |
| Penilaian perusahaan | Rating A+++ dari Bappebti | Menjadi peringkat tertinggi bagi pialang berjangka |
Roadshow diperluas ke berbagai kota besar
Sejalan dengan prospek tersebut, Valbury memperluas program edukasi melalui roadshow di berbagai kota besar di Indonesia. Upaya ini menjadi bagian dari dorongan untuk meningkatkan literasi keuangan sekaligus memperluas jangkauan pasar pada semester kedua tahun ini.
Roadshow yang sudah berjalan sejak awal tahun sebelumnya hadir di Pontianak, Semarang, Solo, Surabaya, dan Bali pada Juni 2026. Kegiatan itu menarik ratusan peserta dari berbagai kalangan, mulai dari calon investor hingga trader aktif, yang ingin memahami perdagangan berjangka komoditas.
Mulai Juli hingga November 2026, roadshow dijadwalkan berlanjut ke Makassar, Medan, Bandung, dan Jakarta. Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan mendapat materi tentang perdagangan berjangka komoditas, dinamika pasar global, strategi transaksi, dan pentingnya manajemen risiko.
Caroline menegaskan bahwa perusahaan ingin memastikan masyarakat di berbagai daerah memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh literasi mengenai industri perdagangan berjangka komoditas. Pendekatan itu juga diarahkan agar edukasi pasar tidak hanya terpusat di kota besar tertentu.
Dengan kombinasi layanan, edukasi, dan platform trading yang diperkuat, Valbury menilai peluang pasar pada kuartal ketiga 2026 masih terbuka bagi masyarakat yang ingin terlibat di perdagangan berjangka secara lebih terukur dan bertanggung jawab.
Source: mediaindonesia.com






