Sepatu kulit yang terlalu lama disimpan tanpa dipakai justru bisa retak saat dikeluarkan kembali dari lemari. Kondisi itu terjadi karena kulit kehilangan kelembapan dan kelenturannya sedikit demi sedikit selama masa diam yang terlalu panjang.
Masalah ini sering dianggap sepele, padahal material kulit tetap membutuhkan perawatan dan sirkulasi udara. Saat minyak alami di dalam bahan menguap, permukaan sepatu menjadi kering dan lebih rentan pecah ketika menerima lipatan atau tekanan.
Kulit kering lebih mudah pecah
Kulit, baik asli maupun sintetis, memiliki kandungan minyak yang membantu menjaga permukaan tetap lentur. Jika kandungan itu berkurang, bahan menjadi kaku dan tidak lagi mudah mengikuti gerakan kaki saat ditekuk.
Dari situ, retakan kecil biasanya muncul lebih dulu. Jika tidak segera diperhatikan, retakan itu dapat makin terlihat dan merusak tampilan sepatu secara keseluruhan.
Tempat simpan ikut menentukan kondisi sepatu
Lokasi penyimpanan sangat berpengaruh terhadap umur sepatu kulit. Tempat yang terlalu panas dapat mempercepat hilangnya kelembapan, sedangkan tempat yang terlalu lembap dapat memicu jamur dan merusak struktur kulit.
Paparan sinar matahari secara tidak langsung juga dapat mempercepat pengeringan permukaan. Bahkan lemari yang berada dekat jendela pun bisa cukup untuk menimbulkan kerusakan perlahan dalam jangka panjang.
Menyimpan sepatu di plastik tertutup rapat juga bukan pilihan ideal. Sepatu tetap membutuhkan sedikit sirkulasi udara agar kelembapan tidak terperangkap di dalamnya.
Dipakai sesekali justru membantu menjaga fleksibilitas
Sepatu kulit umumnya lebih awet jika digunakan secara berkala. Saat dipakai, kulit bergerak dan mendapat sirkulasi udara yang membantu mempertahankan kelenturan material.
Itu sebabnya, membiarkan sepatu terkurung di dalam kotak selama bertahun-tahun bukan langkah yang baik. Pemakaian sesekali, misalnya satu atau dua kali dalam sebulan, sering kali lebih sehat bagi materialnya daripada tidak dipakai sama sekali.
Perawatan tambahan tetap diperlukan
Sepatu kulit juga membutuhkan kondisioner atau pelembap khusus kulit. Produk ini membantu menggantikan minyak alami yang hilang seiring waktu sehingga material tetap lentur dan tidak cepat keras.
Tanpa perawatan tersebut, kulit perlahan menjadi rapuh. Saat sepatu menerima tekanan atau lipatan, retakan akan lebih mudah muncul, termasuk pada sepatu kulit premium yang memakai kulit asli berkualitas tinggi.
Jenis bahan tidak selalu memberi ketahanan yang sama
Tidak semua sepatu yang disebut sepatu kulit memiliki daya tahan serupa. Sebagian produk memakai PU leather atau bonded leather, yaitu campuran serat kulit dan bahan sintetis yang biasanya lebih murah tetapi umurnya cenderung lebih pendek.
Pada jenis material seperti ini, permukaan yang mengelupas atau retak meski jarang dipakai bukan hal aneh. Karena itu, dua pasang sepatu yang sama-sama jarang digunakan belum tentu memiliki ketahanan yang sama karena bahan dasarnya berbeda.
Pada akhirnya, sepatu kulit tetap membutuhkan perhatian aktif agar tidak menua sebelum waktunya. Terlalu sering dipakai memang bisa membuatnya aus, tetapi terlalu lama disimpan juga bisa membuatnya retak meski hampir tidak pernah digunakan.
Source: www.idntimes.com






