Ratusan perwakilan dari 17 chapter dan 36 sub chapter Royal Riders Indonesia (RoRI) berkumpul di Hutan Pinus Malino dalam gelaran Rock N Ride (RnR) Vol. 8 Celebes. Pertemuan yang datang dari 17 provinsi itu menempatkan Malino sebagai titik penting untuk menyatukan arah organisasi di tengah sebaran anggota yang sangat luas.
Forum ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sarana konsolidasi internal agar RoRI tetap bergerak dalam satu komando. Kehadiran jajaran pendiri, pengurus, dan anggota dari berbagai daerah memperlihatkan bahwa pertemuan nasional ini punya bobot strategis bagi komunitas motor tersebut.
Konsolidasi gerakan di tengah anggota yang tersebar
President RoRI, Harry Prasth, menegaskan bahwa Rock N Ride bukan sekadar kegiatan rutin komunitas. Ia menyebut acara ini sebagai konsolidasi gerakan agar RoRI bisa melangkah serempak dengan arahan yang jelas.
“Ini adalah konsolidasi gerakan. RoRI harus bergerak dalam satu arah, dengan komando yang jelas, agar memiliki kekuatan dan dampak yang nyata secara nasional,” kata Harry Prasth. Pernyataan itu menegaskan posisi Rock N Ride sebagai ruang untuk menyamakan visi antarchapter.
Dengan anggota yang tersebar di banyak provinsi, menjaga komunikasi tetap selaras menjadi kebutuhan penting. Karena itu, pertemuan nasional seperti ini dipandang sebagai cara untuk memperkuat koordinasi tanpa menghilangkan kedekatan antaranggotanya.
Malino hadir sebagai lokasi baru bagi pertemuan besar RoRI
Penyelenggaraan di Sulawesi Selatan memberi warna baru bagi perjalanan Rock N Ride. Ini menjadi kali pertama ajang tersebut digelar di Sulawesi Selatan, sekaligus membawa forum besar RoRI ke wilayah timur Indonesia.
Pemilihan Malino juga menjadi penanda baru dalam rangkaian kegiatan komunitas motor itu. Lokasi di kawasan Hutan Pinus Malino menghadirkan suasana berbeda bagi pertemuan yang bukan hanya berisi agenda organisasi, tetapi juga kebersamaan lintas daerah.
Ryan Luta Pratama selaku Ketua Panitia Pusat RnR Vol. 8 Celebes mengatakan keberhasilan acara bergantung pada kerja bersama seluruh pihak. Ia menilai dukungan pengurus pusat, anggota RoRI Sulawesi Selatan, khususnya Sub Chapter Makassar, serta para sponsor ikut membuat kegiatan berjalan lancar.
“Suksesnya acara ini bukan semata-mata kerja keras panitia, tetapi hasil kolaborasi semua pihak yang berpartisipasi,” ujarnya. Keterangan itu memperlihatkan bahwa skala acara ini menuntut sinergi yang rapi sejak awal penyelenggaraan.
Perjalanan menuju Malino dan sentuhan budaya lokal
Rangkaian kegiatan dimulai dengan touring dari Makassar menuju Takalar dan Bili-Bili sebelum mengarah ke Malino. Perjalanan itu menjadi bagian dari pengalaman peserta sebelum masuk ke agenda utama di kawasan hutan pinus.
Setibanya di lokasi, peserta disambut Tari Paddupa dan Angngaru sebagai bentuk penghormatan kepada budaya setempat. Penyambutan tersebut memberi ruang bagi identitas lokal untuk hadir di tengah kegiatan komunitas nasional.
Ketua Panitia Daerah, Hadimulyanoor, menyampaikan bahwa tujuan utama penyelenggaraan adalah menghadirkan pengalaman yang menyenangkan bagi semua peserta. Ia berharap Makassar dan Malino meninggalkan kesan baik bagi anggota yang datang dari berbagai daerah.
“Yang terpenting adalah membuat semua yang datang merasa bahagia,” kata Hadimulyanoor. Ia menambahkan bahwa kelancaran acara juga menunjukkan soliditas internal RoRI yang tetap terjaga.
Obor persatuan menutup pertemuan
Di akhir kegiatan, penyalaan obor menjadi simbol yang menegaskan semangat sinergi antara pengurus pusat dan seluruh chapter di Indonesia. Momen itu memberi penutup yang kuat bagi pertemuan yang sejak awal diarahkan untuk menyatukan langkah organisasi.
Kehadiran peserta dari berbagai chapter dan sub chapter membuat Rock N Ride Vol. 8 Celebes lebih dari sekadar ajang berkumpul. Forum ini memperlihatkan bagaimana RoRI menjaga kebersamaan, menyusun arah gerak yang seragam, dan menegaskan solidaritas lintas wilayah melalui pertemuan nasional di Sulawesi Selatan.
