Ray-Ban Meta Mulai Dipagari Langganan, Fitur Dengar Obrolan Jadi Terbatas

Meta kini membatasi akses fitur Conversation Focus di Ray-Ban Meta lewat skema langganan. Pembaruan software versi 26 membuat pengguna gratis hanya mendapat jatah tiga jam per bulan, sementara pelanggan Meta One Premium bisa memakainya hingga 15 jam per bulan.

Perubahan ini menandai langkah baru Meta dalam memonetisasi kacamata pintarnya. Selama ini, Ray-Ban Meta dikenal menawarkan banyak fitur AI tanpa biaya tambahan, sehingga kebijakan langganan untuk fitur tertentu menjadi sorotan.

Fitur yang membantu percakapan lebih jelas

Conversation Focus bekerja dengan memanfaatkan mikrofon dan speaker di kacamata untuk membantu pengguna mendengar lawan bicara dengan lebih jelas. Suara di sekitar ditekan agar perhatian tetap tertuju pada percakapan yang sedang berlangsung.

Tanpa langganan, batas penggunaan tiga jam per bulan itu setara sekitar enam menit per hari. Pada paket Meta One Premium seharga 20 dollar AS per bulan, batasnya naik menjadi sekitar 30 menit per hari.

Opsi AksesBatas PenggunaanSetara HarianBiaya
Gratis3 jam per bulanSekitar 6 menit per hariTanpa biaya tambahan
Meta One Premium15 jam per bulanSekitar 30 menit per hari20 dollar AS per bulan

Tambahan fitur di pembaruan versi 26

Pembaruan software ini tidak hanya membawa pembatasan baru pada Conversation Focus. Meta juga menambahkan Muse Spark, Meta AI terbaru, Dynamic Photo, dan mode foto burst baru ke ekosistem Ray-Ban Meta.

Dukungan untuk Instagram Instants, panggilan WhatsApp, serta mode Battery Saver ikut hadir dalam pembaruan yang sama. Meta juga memperluas dukungan bahasa pada perangkat ini agar pengguna mendapat pengalaman yang lebih luas.

Ray-Ban Meta kini mendukung penuh bahasa Jepang dan Korea. Selain itu, terdapat dukungan terjemahan untuk 14 bahasa baru, termasuk Yunani, Belanda, Thailand, Rusia, Turki, dan Mandarin.

Langganan yang memunculkan tanda tanya

Meta menyebut Conversation Focus sebagai fitur berbasis AI yang terus dikembangkan oleh tim internal. Atas dasar itu, fitur tersebut dimasukkan ke dalam langganan Meta One.

Namun, laporan The Verge menyebut Conversation Focus tidak berjalan lewat server cloud. Fitur ini disebut memanfaatkan komponen di perangkat seperti mikrofon beam-forming dan pemrosesan langsung di kacamata.

Temuan itu membuat skema langganan untuk fitur tersebut terasa janggal bagi sebagian pengamat. Biasanya, biaya langganan lebih mudah dipahami pada fitur yang bergantung pada komputasi cloud atau layanan server yang berjalan terus-menerus.

Hingga kini, Meta belum memberi penjelasan tambahan mengenai alasan teknis maupun komersial di balik keputusan tersebut. Perusahaan juga belum merinci mengapa fitur pemrosesan di perangkat ikut dimasukkan ke dalam skema berbayar.

Dampak bagi pengguna Ray-Ban Meta

Bagi pemilik Ray-Ban Meta, perubahan paling nyata ada pada durasi penggunaan fitur pendukung percakapan itu. Pengguna gratis masih bisa memakainya, tetapi hanya dalam porsi yang jauh lebih kecil dibanding pelanggan berlangganan.

Di sisi lain, Meta menegaskan penggunaan umum kacamata pintarnya tidak membutuhkan langganan. Penegasan itu merujuk terutama pada fitur-fitur AI yang sudah tersedia gratis sejak awal.

Meta juga mengatakan cakupan langganan saat ini baru meliputi perluasan akses ke Conversation Focus dan dukungan perangkat premium. Menurut perusahaan, sebagian besar pengguna disebut masih bisa memakai fitur itu tanpa menyentuh batas bulanan.

Langkah ini menunjukkan bahwa monetisasi perangkat pintar kini tidak lagi berhenti di penjualan hardware. Kacamata pintar mulai diarahkan ke pola bisnis berlangganan, setidaknya untuk fitur tertentu yang dinilai bernilai lebih tinggi.

Source: tekno.kompas.com
Berita Terkait