Rayo Vallecano memastikan tempat di semifinal Liga Konferensi UEFA meski kalah 3-1 dari AEK Athens di Agia Sophia Stadium. Keunggulan 3-0 pada leg pertama membuat wakil Spanyol itu tetap lolos dengan agregat 4-3, sekaligus mencatat sejarah baru sebagai semifinal Eropa pertama dalam perjalanan klub.
Lolos dengan selisih tipis tidak mengurangi nilai pencapaian tersebut. Rayo kini hanya berjarak satu langkah dari final, dan pada fase berikutnya mereka dijadwalkan menghadapi Strasbourg, wakil Prancis yang juga dikenal sebagai lawan kuat di turnamen ini.
Tekanan besar sejak awal
AEK Athens tampil dengan misi yang sangat jelas sejak menit pertama. Mereka berusaha mengejar defisit tiga gol dan langsung mengambil inisiatif serangan untuk membuka peluang membalikkan keadaan di hadapan pendukung sendiri.
Dorongan tuan rumah itu membuat Rayo lebih banyak bertahan pada fase awal pertandingan. Situasi sempat menegangkan karena setiap serangan AEK membawa ancaman, sementara tim tamu harus menjaga ketenangan agar keunggulan agregat tetap aman.
AEK sempat memangkas jarak
Upaya agresif AEK mulai terlihat hasilnya pada menit ke-11. Zini menyundul bola untuk membawa AEK unggul lebih dulu setelah memanfaatkan duel fisik dengan Pathé Ciss, dan gol itu menghidupkan harapan tuan rumah untuk mengejar ketertinggalan.
Tekanan AEK berlanjut hingga Rayo melakukan kesalahan di area terlarang. Andrei Ratiu menjatuhkan Aboubakary Koïta pada menit ke-30, dan Razvan Marin sukses menuntaskan penalti untuk membuat AEK menutup babak pertama dengan keunggulan 2-0.
Gol yang sempat mengubah situasi
Memasuki babak kedua, AEK kembali menemukan momentum. Zini mencetak gol keduanya pada menit ke-51 lewat sundulan setelah menerima umpan dari Dereck Kutesa, dan skor itu sempat membuat agregat menjadi 3-3.
Gol tersebut membuat suasana pertandingan semakin panas. Stadion bergemuruh karena AEK kembali punya peluang nyata untuk membalikkan keadaan, sementara Rayo harus segera merespons agar tiket semifinal tidak lepas dari genggaman.
Respons itu datang pada menit ke-60 lewat Isi Palazón. Ia memanfaatkan ruang di kotak penalti dan melepaskan tembakan yang berbuah gol, momen yang sangat penting karena mengembalikan keunggulan agregat Rayo menjadi 4-3.
Rayo bertahan sampai akhir
Setelah gol Palazón, AEK terus mencari gol tambahan untuk memaksa pertandingan bergerak ke arah yang berbeda. Salah satu peluang terbaik mereka hadir pada menit ke-66 lewat Zini dari jarak dekat, tetapi kesempatan itu tidak berakhir menjadi gol.
Rayo kemudian menunjukkan disiplin yang dibutuhkan dalam laga bertekanan tinggi seperti ini. Mereka menjaga organisasi pertahanan dengan cukup baik sampai peluit akhir dibunyikan, meski harus menerima kekalahan di leg kedua.
Hasil akhir tetap mengantar Rayo Vallecano ke empat besar kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam sejarah klub. Dari laga yang berjalan ketat dan penuh ancaman itu, mereka pulang dengan tiket semifinal dan modal besar untuk melanjutkan perjalanan melawan Strasbourg.
