Real Madrid sedang berada dalam tekanan besar, dan kondisi Kylian Mbappe ikut menjadi perhatian utama menjelang laga-laga penting tim. Di tengah situasi itu, perjalanan sang penyerang ke Italia saat masih menjalani pemulihan cedera hamstring kiri memicu kritik dari sebagian media dan pendukung Madrid.
Sorotan terhadap Mbappe muncul bukan hanya karena status cederanya, tetapi juga karena waktu kepergiannya dinilai kurang tepat. Banyak pihak menilai bahwa ketika tim sedang memasuki fase penentuan musim, setiap aktivitas di luar lapangan akan langsung dibaca sebagai cerminan keseriusan sang pemain.
Perjalanan ke Italia bersama artis Ester Exposito kemudian menjadi bahan pembicaraan di Spanyol. Kabar itu berkembang saat Mbappe masih absen karena cedera hamstring kiri, sehingga fokus publik langsung tertuju pada apakah ia benar-benar menempatkan proses pemulihan sebagai prioritas utama.
Situasi tersebut semakin sensitif karena Real Madrid akan menghadapi El Clasico melawan Barcelona. Laga itu dianggap sangat krusial, dan Mbappe dipandang sebagai salah satu pemain kunci yang tidak mudah digantikan dalam kondisi tim yang sedang membutuhkan hasil maksimal.
Kritik yang muncul juga berkaitan dengan performa Madrid secara keseluruhan musim ini. Suporter merasa absennya Mbappe pada momen penting bisa sangat berpengaruh, apalagi tim ibu kota Spanyol itu tengah berada dalam periode yang tidak berjalan ideal.
Di tengah ramainya penilaian negatif, pihak Mbappe memberikan bantahan. Mereka menolak anggapan bahwa sang striker tidak serius menjalani pemulihan dan menilai kritik yang beredar telah dibesar-besarkan.
Melalui pernyataan resmi, pihak Mbappe menyebut bahwa kritik tersebut lahir dari penafsiran berlebihan terhadap proses pemulihan yang memang diawasi ketat oleh klub. Mereka juga menegaskan bahwa sikap dan kerja keras Mbappe untuk tim tidak berubah setiap hari.
Klarifikasi itu turut menekankan bahwa pemulihan Mbappe tetap berada dalam pengawasan Real Madrid. Laporan media menyebut ia terus menjalani latihan rehabilitasi di pusat latihan klub, termasuk tetap melakukan sesi pemulihan pada hari libur.
Kondisi Mbappe makin jadi perhatian karena Madrid sendiri sedang berada dalam posisi sulit di klasemen La Liga. Tim asuhan Carlo Ancelotti itu tertinggal 11 poin dari Barcelona dengan empat pertandingan tersisa, sehingga tekanan terhadap setiap pemain kunci menjadi jauh lebih besar.
Beban Madrid tidak berhenti di liga. Klub itu sudah tersingkir dari Liga Champions dan Copa del Rey, sehingga peluang meraih gelar kini praktis bertumpu pada La Liga.
Dengan latar seperti itu, status kebugaran Mbappe menjelang El Clasico terus dipantau. Pihak klub belum memastikan apakah ia cukup bugar untuk tampil melawan Barcelona, dan ketidakpastian itu membuat sorotan terhadap proses pemulihannya belum mereda.
Source: www.beritasatu.com