Reflektor Raksasa ViaSat-3 F2 Sudah Terbuka Penuh, Internet Orbitnya Kian Dekat Beroperasi

ViaSat-3 F2 kini sudah membuka reflektor besarnya sepenuhnya di orbit, dan momen itu terekam dalam foto yang memperlihatkan Bumi seolah menyelip ke dalam bingkai. Gambar yang dibagikan Viasat itu menonjol bukan hanya karena dramatis, tetapi juga karena menandai langkah penting sebelum satelit komunikasi ini mulai menjalankan tugas utamanya.

Reflektor kuning berbentuk sarang lebah tampak terbentang lebar di depan latar Bumi dan ruang hampa. Tampilan tersebut memberi gambaran jelas tentang betapa besar dan rumitnya perangkat yang dipakai untuk mendukung layanan broadband dari luar angkasa.

Pembukaan reflektor itu terjadi saat satelit berada lebih dari 22.000 mil, atau sekitar 35.400 kilometer, di atas permukaan Bumi. Pada ketinggian itu, ViaSat-3 F2 sudah berada di orbit geosinkron, wilayah yang jauh lebih tinggi dibanding orbit rendah Bumi tempat Stasiun Luar Angkasa Internasional berada.

Satelit ini diluncurkan pada 13 November 2025 menggunakan roket Atlas V milik United Launch Alliance. Dalam beberapa bulan setelah lepas landas, satelit bergerak menuju orbit geostasioner yang berada tepat 22.236 mil atau 35.786 kilometer di atas Bumi.

Bagi Viasat, pembukaan reflektor bukan sekadar pencapaian visual. Perusahaan menyebut langkah itu sebagai kemajuan penting bagi program ViaSat-3, sekaligus membuka jalan menuju pengujian di orbit untuk satelit berkapsitas sangat tinggi tersebut.

Ukuran dan fungsi satelit ini memang dibuat untuk kebutuhan besar. ViaSat-3 F2 berbobot 13.000 pon atau sekitar 5.900 kilogram, dan dirancang untuk menyediakan internet satelit berkecepatan tinggi di kawasan Amerika dari luar angkasa.

Viasat juga menjelaskan bahwa setiap satelit dalam keluarga ViaSat-3 dibangun agar dapat memindahkan kapasitas dengan cepat di seluruh area cakupannya. Tujuannya adalah menghadirkan bandwidth di tempat dan waktu yang paling dibutuhkan.

Mengapa reflektor ini begitu penting

Reflektor besar yang kini sudah terbuka penuh itu berperan langsung dalam meningkatkan kapasitas broadband keseluruhan satelit. Karena itu, keberhasilan proses desplai menjadi salah satu tahap paling menentukan sebelum sistem komunikasi bekerja maksimal.

Foto tersebut juga menarik karena memperlihatkan skala operasi satelit komunikasi dari jarak yang sangat jauh. Bentuk reflektor yang menyerupai pola honeycomb tampak semi-transparan, sementara Bumi terlihat kecil di belakangnya.

Banyak layanan digital terasa seperti sesuatu yang selalu siap dipakai, tetapi gambar ini menunjukkan lapisan teknologi yang berada di baliknya. Untuk menghadirkan koneksi dari orbit, satelit besar seperti ViaSat-3 F2 harus melewati proses pembukaan reflektor dengan presisi tinggi.

Langkah menuju peran operasional

ViaSat-3 F2 menjadi salah satu dari tiga satelit ViaSat-3 yang sudah diluncurkan sejauh ini. Kehadirannya memperkuat upaya Viasat memperluas kapasitas layanan broadband dari ruang angkasa.

Posisi di orbit geostasioner memberi satelit kemampuan menjaga cakupan yang stabil terhadap wilayah yang dituju. Stabilitas itu penting untuk layanan komunikasi dan internet satelit, terutama saat kapasitas harus disalurkan ke area yang membutuhkan.

Dengan reflektor yang sudah terbuka sempurna, ViaSat-3 F2 semakin dekat ke peran operasional utamanya. Dari foto yang tampak seperti Bumi ikut “memotret balik” satelit itu, tersimpan proses teknis yang akan menentukan bagaimana internet berkecepatan tinggi dipancarkan dari orbit ke wilayah sasaran.

Berita Terkait