Samsung menghadapi sorotan setelah menawarkan refund senilai $330 untuk SSD 990 Pro 4TB yang rusak, sementara produk pengganti yang sama disebut masih dijual dengan harga jauh lebih tinggi di pasaran. Perbedaan nilai itu memicu keberatan keras dari Louis Rossmann, aktivis right-to-repair, yang mengancam membawa sengketa ini ke pengadilan di Austin, Texas.
Inti perselisihan ini bukan lagi sekadar soal SSD yang bermasalah, melainkan soal bagaimana garansi dijalankan ketika unit pengganti disebut tidak tersedia. Rossmann menilai penawaran uang kembali tersebut tidak cukup untuk membeli pengganti yang setara, apalagi jika harga produk yang sama masih terpampang jauh di atas nilai refund.
SSD bermasalah, log diagnostik ikut diserahkan
Rossmann menyebut SSD miliknya berhenti berfungsi saat masih dalam masa garansi. Drive itu adalah Samsung 990 Pro 4TB dan dipakai dengan heatsink serta dua kipas 80 mm yang membantu pendinginan.
Ia juga menjelaskan bahwa data tidak hilang karena sistem penyimpanan yang digunakan berbasis RAID 1. Dengan konfigurasi itu, kegagalan satu drive tidak langsung menghapus isi penyimpanan.
Setelah masalah muncul, Rossmann menghubungi Samsung dan menyerahkan log diagnostik untuk menunjukkan bahwa SSD memang bermasalah. Menurut penjelasannya, Samsung mengakui log tersebut memperlihatkan ada persoalan pada drive.
Hasil pengujian Samsung dan penolakan pengganti
Setelah drive diterima, Samsung melakukan pengujian internal dan menyatakan SSD itu sehat. Unit tersebut kemudian dikirim kembali, tetapi Rossmann mengatakan kondisinya tetap bermasalah saat diterima kembali.
Dari titik itulah sengketa bergeser ke persoalan pemenuhan garansi. Rossmann meminta Samsung mengirim unit baru 4TB 990 Pro sebagai pengganti, bukan sekadar mengembalikan uang pembelian awal.
Ia menyampaikan akan menggugat di pengadilan di Austin, Texas, bila permintaan itu tidak dipenuhi dalam 60 hari. Ancaman langkah hukum tersebut muncul setelah Samsung tidak mengirim pengganti dan justru menawarkan refund tunai.
Perbedaan harga jadi pusat keberatan
Samsung menawarkan refund sebesar $330, yaitu harga beli awal drive tersebut. Perusahaan menyebut stok pengganti tidak tersedia dan karena itu memilih jalur pengembalian dana.
Rossmann menolak tawaran itu karena SSD yang sama disebut masih dijual melalui toko Samsung di Amazon. Menurutnya, harga produk yang tercantum mencapai $949, sehingga uang kembali $330 tidak cukup untuk membeli unit setara.
Perbedaan angka inilah yang membuat perkara ini menarik perhatian luas. Bagi konsumen, persoalannya bukan hanya menerima uang kembali, tetapi apakah nominal itu benar-benar memungkinkan pembelian pengganti yang sepadan.
Klarifikasi Samsung soal dasar refund
Setelah polemik berkembang, Samsung menghubungi SammyGuru untuk menjelaskan kebijakan refund garansi SSD. Perusahaan menyatakan bahwa jika unit pengganti tidak tersedia, pelanggan akan menerima refund berdasarkan harga pasar produk saat ini.
Samsung menegaskan bahwa acuan yang dipakai adalah harga jual terbaru di situs Samsung AS, bukan harga pembelian awal. Perusahaan juga menyebut kebijakan tersebut berlaku untuk semua produknya.
Menurut Samsung, penjelasan itu disampaikan kepada pelanggan saat proses refund dimulai. Perusahaan juga mengatakan telah menyampaikan klarifikasi yang sama kepada Rossmann.
Isi kebijakan garansi yang dipersoalkan
Dalam kebijakan garansi SSD Samsung, perusahaan disebut akan mengembalikan nilai pasar produk saat ini apabila produk tidak dapat diperbaiki atau diganti. Formulasi itu menjadi dasar keberatan Rossmann terhadap penawaran refund yang ia anggap tidak mencerminkan nilai penggantian aktual.
Samsung kini menyebut patokan penilaian ada pada harga jual terbaru di situs resminya di AS, sementara Rossmann menyoroti fakta bahwa produk yang sama masih tersedia melalui etalase Samsung di Amazon dengan harga jauh lebih tinggi. Selisih kanal penjualan itu membuat sengketa ini melebar dari soal stok ke soal harga referensi yang dianggap sah dalam klaim garansi.
Sengketa ini juga menambah perdebatan lama tentang pengalaman purna jual perangkat penyimpanan premium. Pada SSD kelas atas, konsumen umumnya mengharapkan proses penggantian cepat karena perangkat tersebut sering dipakai untuk data penting.
Hingga kini, perhatian tertuju pada apakah Samsung dan Rossmann bisa mencapai penyelesaian tanpa proses pengadilan. Kasus ini sekaligus menempatkan kebijakan refund garansi Samsung di bawah sorotan, terutama soal transparansi penilaian harga pasar dan konsistensi antara ketersediaan produk dengan kompensasi yang ditawarkan.
Source: sammyguru.com






