Regenerasi Petani Digenjot di Jawa Tengah, Lahan Pangan Diperketat dari Alih Fungsi

Jawa Tengah memperkuat perlindungan lahan pertanian sambil mendorong regenerasi petani muda untuk menjaga ketahanan pangan di daerah itu. Pemerintah provinsi menilai dua langkah ini harus berjalan bersamaan karena tekanan alih fungsi lahan terus mengancam keberlanjutan produksi pangan.

Upaya tersebut tidak hanya bertumpu pada kebijakan tata ruang, tetapi juga pada hadirnya sumber daya manusia baru yang lebih siap menerima pembaruan di lapangan. Karena itu, petani milenial diposisikan sebagai bagian penting dari strategi besar agar sektor pertanian tetap produktif dan tahan menghadapi perubahan.

Lahan pertanian didorong tetap aman dari alih fungsi

Pemprov Jawa Tengah menempuh revisi Rencana Tata Ruang Wilayah atau RTRW untuk menjaga lahan pertanian yang sudah ditetapkan agar tidak mudah berubah fungsi. Pemerintah daerah juga bekerja bersama pemerintah kabupaten dan kota dalam memperkuat perlindungan ini.

Selain menjaga lahan, perhatian juga diarahkan pada sumber daya air dan lingkungan, termasuk kawasan tangkapan air yang menopang sistem pertanian. Langkah tersebut dinilai penting agar produksi pangan tidak hanya aman dalam jangka pendek, tetapi juga berkelanjutan di masa mendatang.

Sekretaris Daerah Jawa Tengah, Sumarno, menegaskan bahwa perlindungan lahan menjadi bagian dari upaya menjaga kesinambungan pangan. Ia menyampaikan hal itu saat mewakili Gubernur Ahmad Luthfi dalam Apel Siaga Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial Jawa Tengah di Agro Center Soropadan, Pringsurat, Kabupaten Temanggung.

Regenerasi petani dinilai tidak bisa ditunda

Di saat yang sama, pemerintah provinsi menempatkan regenerasi petani sebagai fokus utama. Sumarno menilai sektor pertanian membutuhkan tenaga kerja yang lebih adaptif terhadap teknologi dan pembaruan agar produksi tetap efisien.

Ia menyebut kebutuhan petani muda makin mendesak karena sebagian besar petani saat ini berada pada usia 40 hingga 60 tahun. Kondisi itu membuat pembaruan pelaku usaha tani menjadi kebutuhan, bukan sekadar pilihan tambahan.

Menurut Sumarno, regenerasi bukan hanya program pendukung, melainkan bagian dari strategi untuk mencapai swasembada pangan. Ia menegaskan bahwa SDM baru yang terbuka terhadap inovasi akan membuat pertanian berjalan lebih produktif.

Jumlah petani milenial mulai bertambah

Pemprov Jawa Tengah mencatat jumlah petani milenial di wilayah itu telah mencapai sekitar 630 ribu orang. Angka tersebut menunjukkan regenerasi sudah mulai bergerak, meski ruang untuk memperluas keterlibatan generasi muda masih terbuka.

Ketua Umum Petani Milenial, Rayndra Syahdan Mahmudin, mengatakan jaringan petani muda di Jawa Tengah terus berkembang sejak 2019. Jumlahnya kini hampir mencapai 35 ribu orang.

Rayndra menilai perkembangan itu penting karena petani muda tidak hanya menjalankan usaha tani. Mereka juga dapat menjadi penggerak bagi generasi berikutnya agar melihat pertanian sebagai sektor ekonomi yang tetap menjanjikan.

Penyuluh dan petani muda diarahkan bekerja bersama

Apel siaga di Temanggung diikuti 300 penyuluh pertanian dari 17 kabupaten/kota dan 300 Duta Petani Milenial. Kegiatan ini dimaksudkan untuk memperkuat kerja bersama antara penyuluh dan petani muda dalam mendukung swasembada pangan.

Rayndra menekankan bahwa petani milenial tidak bisa bergerak sendiri. Penyuluh pertanian tetap memegang peran penting untuk membimbing, mendampingi, dan memastikan inovasi yang diterapkan benar-benar efektif di lapangan.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi yang kuat diharapkan memberi kontribusi nyata, tidak hanya bagi Jawa Tengah, tetapi juga dalam skala yang lebih luas. Dengan dukungan pendampingan yang tepat, petani muda diharapkan mampu mempercepat pembaruan cara kerja di sektor pertanian.

Ketahanan pangan bergantung pada tiga penopang

Pendekatan Jawa Tengah memperlihatkan bahwa ketahanan pangan tidak hanya ditentukan oleh luas lahan panen. Kualitas sumber daya manusia, perlindungan ruang pertanian, dan kelestarian lingkungan sama-sama memegang peran penting.

Saat petani milenial terus bertambah, penyuluh pertanian diperkuat, dan kebijakan tata ruang dijaga lebih tegas, sektor pertanian di Jawa Tengah diarahkan agar tetap kuat. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menghadapi tekanan alih fungsi lahan dan kebutuhan produksi pangan yang terus meningkat.

Source: solo.tribunnews.com
Berita Terkait