Rehan/Gloria Siap Kembali Di Singapura, Misi Yang Tertunda Kini Masuk Babak Baru

Author: Redaksi Android62

Singapore Open 2026 menjadi panggung kembalinya Rehan Naufal Kusharjanto dan Gloria Emanuelle Widjaja ke persaingan internasional. Pasangan ganda campuran Indonesia itu akan tampil di Singapore Indoor Stadium pada 26-31 Mei setelah cukup lama menepi dari turnamen dunia.

Laga ini terasa penting karena Rehan baru pulih dari cedera lutut kiri serius yang dialaminya pada Agustus 2025. Proses rehabilitasi yang panjang membuat jadwal tanding mereka sempat tertunda, sehingga kesempatan tampil di level Super 750 ini menjadi ujian awal yang sangat dinanti.

Rehan memilih fokus menikmati pertandingan dulu

Rehan tidak menutupi bahwa perjalanan menuju comeback ini tidak mudah. Ia justru memilih menurunkan tekanan dan menaruh perhatian pada laga pertama agar ritme permainan bisa kembali terbentuk secara bertahap.

“Pertama-pertama alhamdulillah bisa kembali lagi ke sini, bisa comeback di pertandingan internasional. Memang jalannya tidak mudah buat saya jadi saya mencoba untuk lebih enjoy, menikmati pertandingan pertama dulu,” kata Rehan dalam keterangan resmi PP PBSI.

Sikap itu menunjukkan bahwa target terdekat mereka bukan semata hasil akhir. Bagi Rehan, yang terpenting adalah kembali merasa nyaman di lapangan setelah masa absen yang panjang.

Gloria melihat progres pasangan berjalan positif

Di sisi lain, Gloria menilai kondisi Rehan berkembang dengan baik. Ia menyebut pemulihan rekannya itu berlangsung lebih cepat dari perkiraan awal, sehingga pasangan ini punya modal untuk membangun performa bersama lagi.

“Yang pasti happy karena melihat Rehan punya progres yang sangat baik dan cepat recovery-nya. Kami mau kembali dan punya performa bagus di lapangan. Hasil nomor sekian, tapi setidaknya kami mau tampil lebih baik lagi dari sebelumnya,” ujar Gloria.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa pasangan ini tidak hanya mengejar hasil instan. Mereka ingin memastikan kualitas permainan mereka naik lagi setelah lama tidak tampil bersama di turnamen besar.

Ada urusan yang belum selesai

Bagi Gloria, kembalinya mereka ke turnamen internasional juga punya makna pribadi. Ia merasa masih ada misi yang belum tuntas bersama Rehan dan ingin menyelesaikannya ketika keduanya kembali turun sebagai pasangan.

“Saya merasa ada misi yang belum selesai dengan Rehan, jadi saya bilang sama dia, ayo kita selesaikan ini dengan baik,” ucap pemain senior tersebut.

Dorongan itu menjadi bagian penting dari proses kebangkitan mereka. Setelah melewati masa yang berat, keduanya kembali membawa motivasi untuk membuktikan bahwa pasangan ini masih bisa bersaing di level atas.

Dukungan selama pemulihan ikut menjaga semangat Rehan

Rehan juga mengakui bahwa masa pemulihan bukan hanya menguras fisik, tetapi juga mental. Selama menjalani rehabilitasi, ia terus mendapat dukungan dari keluarga, pelatih, fisioterapis, dan rekan-rekan di pelatnas.

Ia menyebut orang-orang terdekat itu terus mengingatkannya pada tujuan utama dari proses recovery yang dijalani. Dukungan tersebut membuat semangatnya untuk bangkit tetap terjaga hingga kembali mendapat kesempatan bertanding.

Arena yang sudah akrab membantu adaptasi

Menjelang laga di Singapore Indoor Stadium, Rehan menilai urusan adaptasi tidak menjadi kendala besar. Ia merasa dirinya, Gloria, dan tim Indonesia sudah cukup sering bermain di venue tersebut.

“ Saya, Kak Gloria, dan tim Indonesia sudah sering main di sini, jadi tidak ada yang terlalu berbeda kondisinya. Adaptasi juga tidak terlalu sulit,” kata Rehan.

Pengalaman di arena yang sama itu menjadi keuntungan tersendiri bagi mereka. Kondisi tersebut diharapkan membantu keduanya lebih cepat menemukan tempo permainan sejak awal turnamen.

Gloria tetap menjaga permainan selama menunggu Rehan pulih

Selama Rehan menjalani pemulihan, Gloria tidak berhenti menjaga sentuhan bermain. Ia tampil bersama wakil Singapura, Hee Yong Kai Terry, dan turun di empat turnamen dunia sepanjang awal tahun 2026.

Empat ajang itu adalah Indonesia Masters, Thailand Masters, German Open, dan All England. Rangkaian itu memberinya cukup menit bermain agar tetap kompetitif sebelum kembali berpasangan dengan Rehan.

Indonesia turun dengan kekuatan cukup lengkap

Selain Rehan dan Gloria, Indonesia juga menurunkan wakil di sejumlah sektor pada Singapore Open 2026. Di tunggal putra ada Jonatan Christie dan Alwi Farhan, sementara ganda putra diisi Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri serta Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani.

Sektor ganda putri diwakili Amallia Cahaya Pratiwi/Siti Fadia Silva Ramadhanti. Untuk ganda campuran, Indonesia juga menurunkan Bobby Setiabudi/Melati Daeva Oktavianti, sehingga kehadiran Rehan/Gloria menambah sorotan pada sektor ini.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru