Bagi penonton One Ok Rock yang ingin merekam momen konser, pengaturan kamera justru bisa menentukan apakah fancam terlihat mulus atau malah buyar. Pada Galaxy S26 Ultra, Galaxy S25 Ultra, dan Galaxy S24 Ultra, setelan yang tepat membantu video tetap stabil, fokus tidak mudah bergeser, dan noise lebih terkendali saat lampu panggung berubah cepat.
Pilihan paling aman tetap ada di mode kamera biasa. Untuk hasil vertikal, format 9:16 dengan resolusi 4K 60 fps menjadi kombinasi yang disarankan agar gambar tetap tajam dan gerak terlihat mulus.
Sebelum mulai merekam, ada dua langkah sederhana yang sebaiknya dilakukan lebih dulu. Lensa perlu dibersihkan dengan kain microfiber, lalu ruang penyimpanan ponsel harus cukup lega untuk menampung video HD.
Pada Galaxy S24 Ultra, pengaturan dasar yang dianjurkan mencakup tracking auto-focus yang aktif, grid line aktif, zoom-in mic aktif, lalu fokus dikunci dan exposure diturunkan. Opsi zoom videonya tersedia di 0,6x, 1x, 3x, 5x, 10x, dan 20x.
Untuk Galaxy S26 Ultra dan Galaxy S25 Ultra, setelan dasarnya hampir sama. Bedanya, HDR disarankan dimatikan, sementara pilihan zoom video tersedia di 0,6x, 1x, 3x, 5x, 10x, dan 20x atau 25x.
Khusus Galaxy S25 Ultra, HDR disebut aktif secara default sehingga perlu dimatikan secara manual. Langkah ini penting karena pencahayaan konser bisa berubah sangat cepat dan membuat hasil rekaman lebih sulit dikendalikan.
Bila ingin hasil lebih rapi
Mode Pro Video bisa menjadi pilihan untuk pengguna yang ingin mengatur hasil rekaman lebih detail. Menu ini tersedia di Galaxy S24 Ultra, Galaxy S25 Ultra, dan Galaxy S26 Ultra lewat aplikasi kamera, lalu masuk ke “More” dan pilih “Pro Video”.
Di mode ini, pengguna bisa mengatur ISO, shutter speed, EV, dan white balance secara manual. Rasio yang dipakai tetap 9:16, sedangkan resolusinya diarahkan ke UHD atau 4K 60 fps.
Pemilihan lensa juga ikut memengaruhi hasil akhir. Lensa UW atau Ultra Wide cocok untuk menangkap suasana panggung dan penonton secara lebih luas, sedangkan lensa W atau Wide mengandalkan kamera utama 200 MP untuk detail yang lebih tinggi.
Lensa T atau Telephoto dengan zoom 3x lebih pas untuk jarak menengah. Sementara itu, lensa ST atau Super Telephoto menjadi opsi utama jika posisi duduk berada di belakang atau di tribun atas karena mendukung zoom 5x hingga 25x.
Saat memakai Super Telephoto, titik aman zoom disebut berada di sekitar 10x agar hasil tetap tajam dan guncangan tidak terlalu terlihat. Galaxy S26 Ultra memang bisa mencapai 25x, tetapi zoom yang terlalu tinggi dapat membuat rekaman lebih mudah shaky.
Kunci fokus dan cahaya
Salah satu langkah yang paling penting adalah mengunci fokus pada subjek. Caranya cukup mengetuk titik fokus di layar sampai muncul ikon gembok, lalu sistem akan mempertahankan fokus pada objek yang dipilih.
Pengaturan ini membantu rekaman tetap stabil saat lampu konser berubah mendadak. Tanpa fokus yang terkunci, kamera lebih mudah hunting ketika sorotan panggung berpindah atau intensitas cahaya naik turun.
Dalam pengaturan manual, shutter speed menjadi bagian yang sangat krusial. Angka sekitar 1/250 detik disarankan agar gerakan tetap tajam, terutama ketika penampil banyak bergerak atau menari.
Jika lagu atau gerakan di panggung lebih santai, shutter speed bisa diturunkan ke sekitar 1/180 detik. Dalam kondisi yang tidak terlalu penuh gerak, rentang 1/100 detik hingga 1/180 detik juga masih bisa digunakan.
ISO umumnya dipakai di kisaran 400 sampai 800. Semakin tinggi ISO, video memang terlihat lebih terang, tetapi risiko noise juga meningkat sehingga perlu disesuaikan dengan kondisi cahaya di arena.
Bagi yang tidak ingin mengatur semuanya secara manual, opsi Auto tetap bisa dipakai. Sistem akan menyesuaikan pencahayaan secara otomatis, meski kontrol manual biasanya memberi hasil yang lebih konsisten untuk suasana konser.
Suara tidak kalah penting
Kualitas fancam tidak hanya ditentukan oleh gambar, tetapi juga suara yang terekam. Pada Galaxy S26 Ultra, Galaxy S25 Ultra, dan Galaxy S24 Ultra, tersedia beberapa opsi mikrofon seperti omni, front, dan rear.
Untuk konser, pengaturan yang disarankan adalah Rear Mic. Mode ini difokuskan untuk menangkap suara dari arah panggung sehingga teriakan penonton di sekitar, termasuk suara karaoke pengguna, bisa lebih diredam.
Fitur zoom-in mic juga disarankan tetap aktif pada mode biasa. Dengan begitu, suara yang terekam ikut menyesuaikan arah pengambilan gambar saat pengguna melakukan zoom ke panggung.
Dengan kombinasi rasio 9:16, 4K 60 fps, fokus yang terkunci, exposure yang diturunkan, serta zoom yang tidak berlebihan, hasil fancam punya peluang lebih besar untuk tetap jelas saat konser berlangsung cepat. Untuk penonton One Ok Rock di Indonesia Arena, setelan itu menjadi bekal praktis sebelum lagu pertama dimulai.
Source: tekno.kompas.com






