Rekor 13-1 Bawa Team Liquid PH Melaju Paling Aman, Rival Di Playoffs Harus Siaga

Author: Redaksi Android62

Rekor 13-1 membuat Team Liquid Philippines datang ke playoffs MPL Philippines Season 17 dengan modal paling kuat dibanding peserta lain. Status itu langsung menempatkan mereka sebagai tim yang paling diunggulkan untuk menguasai fase gugur yang berlangsung di Filoil Center San Juan Arena pada Kamis, 28 Mei.

Kekuatan Team Liquid PH terlihat sejak musim reguler berjalan mulus hampir tanpa hambatan. Mereka menutup fase tersebut di puncak klasemen dan langsung mengamankan slot upper bracket, meski sempat kehilangan mantan pemain bintang di gold lane, Kiel “Oheb” Soriano.

Fondasi yang tetap stabil

Konsistensi tim ini banyak ditopang oleh para pemain inti yang tampil solid sepanjang musim. Sanford “Sanford” Vinuya, Karl “Karltzy” Nepomuceno, Jaypee “Jaypee” Dela Cruz, Alston “Sanji” Pabico, dan rookie Dave “TeddyQT” Viaña menjadi tulang punggung permainan mereka.

Kombinasi itu juga melahirkan start yang sangat agresif. Team Liquid PH bahkan membuka musim dengan delapan kemenangan beruntun sebelum akhirnya terus menjaga ritme hingga menjadi yang terbaik di liga.

Satu kekalahan yang tidak mengubah posisi

Rekor dominan Team Liquid PH hanya sempat terganggu sekali. Kekalahan itu datang saat menghadapi Team Falcons PH, tim yang kemudian menjadi rival terdekat mereka di papan atas.

Meski begitu, posisi akhir tetap milik Team Liquid PH di puncak klasemen. Team Falcons PH menguntit di peringkat kedua dengan rekor 12-2 dan sama-sama berhak masuk upper bracket.

Ancaman nyata dari Team Falcons PH

Team Falcons PH bukan lawan yang bisa dipandang sebelah mata. Mereka punya kekuatan di lini tengah lewat Salic “Hadji” Imam, lalu didukung David “Flaptzy” Canon, Kyle “Kyletzy” Sayson, Marco “Super Marco” Requitiano, dan Rowgien “Owgwen” Unigo.

Kehadiran mereka membuat persaingan di fase gugur tetap ketat, terutama karena selisih hasil di papan atas tidak terlalu jauh. Pertemuan keduanya di musim reguler sudah memberi gambaran bahwa jalur menuju gelar tidak akan mudah bagi siapa pun.

Babak play-in langsung menambah tekanan

Playoffs dibuka lewat jalur play-in yang mempertemukan tim-tim dengan posisi lebih bawah di klasemen. Onic Philippines, yang diperkuat pemain impor asal Indonesia Clayton “Savero” Kuswanto, harus berhadapan dengan Aurora Gaming PH yang merupakan runner-up musim lalu.

Satu laga play-in lainnya mempertemukan Omega Esports di posisi keempat dengan Twisted Gaming PH yang finis kelima. Dua pertandingan ini langsung menentukan siapa yang masih bisa melanjutkan perjalanan dan menjaga peluang bertahan di turnamen.

Hadiah besar ikut diperebutkan

Seluruh tim yang tampil di fase ini juga memburu bagian dari total hadiah senilai 150.000 dolar AS atau sekitar 9,2 juta peso. Nilai tersebut membuat setiap pertandingan punya tekanan lebih besar, terutama bagi tim yang harus melewati jalur yang lebih panjang.

Di sisi lain, upper bracket memberi keuntungan penting bagi Team Liquid PH dan Team Falcons PH. Dua tim teratas itu bisa menatap fase gugur dengan posisi yang lebih aman, sementara tim lain wajib bertarung lebih awal untuk mempertahankan peluang mereka.

Source: www.pojokpapua.id
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru