Daya puncak yang dicatat drone rakitan ini mencapai 19,1 kW atau 25,6 horsepower, angka yang menunjukkan betapa ekstrem kebutuhan tenaga untuk mengejar kecepatan tinggi. Pada pengujian terbaru, arusnya sempat menyentuh 449 A dengan tegangan 42,5 V, sementara bobot perangkat tetap berada di sekitar 2 kilogram.
Di balik angka itu, Black Bird generasi kelima milik Benjamin Biggs dari Drone Pro Hub sukses melaju sampai 730 km/jam atau 453,6 mph. Catatan tersebut bukan hanya memecahkan rekor sebelumnya, tetapi juga kembali menggeser batas kemampuan drone DIY berbaterai racikan Biggs sendiri.
Kecepatan itu tidak muncul tanpa perubahan teknis. Biggs menaikkan pitch baling-baling, lalu beralih ke baling-baling berbahan serat karbon.
Ia juga menambahkan desain bergerigi pada baling-baling agar aliran udara tetap lurus dan tidak melilit mengikuti arah putaran. Perubahan kecil itu diarahkan untuk memperbaiki efisiensi aliran udara dan stabilitas dorong, dua hal yang sangat penting saat mengejar performa ekstrem.
Hasil pengujian menunjukkan lonjakan yang bukan main. Selain mencatat kecepatan puncak 730 km/jam, drone tersebut juga membukukan rata-rata top speed 685 km/jam atau 425,6 mph.
Dalam sesi itu, satu drone sempat hilang setelah kehilangan umpan balik video. Meski begitu, unit kedua tetap menyelesaikan penerbangan dan menghasilkan angka yang jauh melampaui capaian sebelumnya.
Kondisi angin turut memengaruhi hasil uji. Saat terbang searah angin, drone itu mencapai 730 km/jam, sedangkan ketika melawan angin kecepatannya masih berada di 640 km/jam atau 397,7 mph.
Cuaca yang berangin membuat Biggs mempertahankan throttle penuh lebih lama dari biasanya. Akibatnya, baterai habis, mengeluarkan asap, lalu drone berakhir crash-landed.
Pencapaian ini juga menghidupkan lagi persaingan panjang antara Biggs dan tim Bells. Setelah Biggs merebut kembali gelar pada Januari, kubu Bells belum membalas dengan rekor baru, meski sudah mengakui tengah mengerjakannya.
Dengan rekor 730 km/jam yang sudah tercatat dalam pengujian, Biggs kini mengincar pengakuan resmi Guinness World Record. Langkah berikutnya akan menentukan apakah drone DIY berbobot 4,4 pon atau sekitar 2 kilogram itu bisa masuk buku rekor dunia secara formal.
Source: www.notebookcheck.net