Seamus Coleman berada di ujung perjalanan panjangnya bersama Everton, dan musim ini menjadi penanda bahwa satu era besar di Merseyside segera selesai. Bek berusia 37 tahun itu menutup 17 tahun pengabdian setelah kontraknya berakhir, sambil masih membuka pintu untuk tetap dekat dengan klub lewat jalur lain.
Nama Coleman sudah lama melekat sebagai simbol konsistensi Everton. Dari pemain yang datang dengan nilai kecil, ia berubah menjadi sosok yang memimpin tim dan akhirnya dipercaya mengenakan ban kapten pada 2019.
Perjalanannya ke Everton dimulai pada Januari 2009, ketika ia didatangkan dari klub Irlandia, Sligo Rovers, dengan banderol hanya 60.000 poundsterling. Angka itu jauh dari gambaran besar yang kemudian ia bangun selama bertahun-tahun di klub tersebut.
Di atas lapangan, kontribusinya tercatat sangat besar. Coleman sudah membukukan 372 pertandingan Premier League bersama Everton, disertai 22 gol dan 24 assist.
Catatan itu semakin menegaskan posisinya dalam sejarah klub. Pada 2024, ia melampaui rekor penampilan Premier League milik Tim Howard yang sebelumnya berada di angka 354 laga.
Secara keseluruhan, Coleman sudah mengoleksi 434 penampilan di semua kompetisi. Jumlah itu bahkan masih membuka peluang baginya untuk naik lebih tinggi dalam daftar penampilan terbanyak sepanjang sejarah Everton.
Peluang tersebut bergantung pada kondisi fisiknya. Jika turun melawan Sunderland pada laga kandang terakhir yang dijadwalkan berlangsung Minggu, ia bisa naik ke posisi kesembilan dan melewati Dixie Dean serta Leon Osman.
Namun, riwayat cedera membuat menit bermainnya semakin terbatas dalam beberapa tahun terakhir. Musim ini, ia baru tampil tiga kali di Premier League, dan saat menjadi starter pada November lalu, ia hanya bertahan 10 menit sebelum masalah fisik kembali menghentikannya.
Situasi itu membuat masa depannya di lapangan mulai memasuki fase akhir, tetapi bukan berarti hubungannya dengan Everton harus putus total. Klub disebut sudah menawarkan peran di staf pelatih, meski Coleman belum memberi jawaban final dan akan mempertimbangkannya selama musim panas.
Coleman juga sudah memiliki bekal untuk masuk ke dunia kepelatihan. Ia memegang lisensi UEFA B, yang memberinya izin melatih tim amatir, tim usia muda hingga level 16 tahun, serta menjadi asisten pelatih.
Pengalaman itu sempat ia gunakan ketika Everton memecat Sean Dyche pada awal 2025. Saat itu, Coleman bersama Leighton Baines dipercaya menangani tim utama sementara dalam laga Piala FA melawan Peterborough United.
Dari transfer murah hingga menjadi kapten dan pemegang rekor klub, Coleman meninggalkan jejak yang sulit diabaikan. Pengaruhnya di Everton tidak hanya tercermin dari angka, tetapi juga dari peran kepemimpinan yang ia bangun selama hampir dua dekade.
