Rekor ke-10 Marc Marquez di Sachsenring Terasa Pahit setelah Alex Terjatuh

Author: Redaksi Android62

Marc Marquez menorehkan kemenangan ke-10 di Sachsenring setelah menjadi juara MotoGP Jerman 2026 bersama Ducati Lenovo. Catatan itu menyamainya dengan Giacomo Agostini sebagai pembalap dengan kemenangan terbanyak di satu sirkuit kelas premier.

Namun, pencapaian bersejarah tersebut tidak membuat Marc merasakan kebahagiaan penuh. Alex Marquez, yang sempat berada di posisi kedua, terjatuh sebelum mampu mendampinginya di podium.

Rekor yang Menyamai Agostini

Kemenangan di Sachsenring membawa Marc menyentuh angka yang telah bertahan selama puluhan tahun. Rekor sebelumnya dibuat Agostini lewat 10 kemenangan kelas premier di Imatra dan bertahan sejak 1975.

Pembalap Sirkuit Catatan Kemenangan
Marc Marquez Sachsenring 10 kemenangan MotoGP
Giacomo Agostini Imatra 10 kemenangan kelas premier

Marc menilai pencapaian 10 kemenangan di satu trek pada kelas MotoGP sebagai sesuatu yang luar biasa. Angka itu juga memiliki makna khusus setelah perjalanan kariernya sempat terganggu cedera sejak 2020.

Dalam periode sulit tersebut, Marc belajar mengelola tekanan dari musim ke musim. Ia memilih memusatkan perhatian pada hal-hal yang dapat dikendalikan, termasuk cara membalap, kerja sama tim, dan pengelolaan ban.

Keinginan Berbagi Podium dengan Alex

Di tengah perayaan kemenangannya, perhatian Marc tertuju kepada sang adik. Ia berharap Alex dapat menyelesaikan balapan di posisi kedua agar keduanya berbagi momen keluarga di podium Sachsenring.

Dalam program After the Flag di MotoGP.com, Marc mengatakan, “Sejujurnya, saya tidak 100 persen bahagia karena saya juga ingin melihat Alex berada di sini, di podium.” Kejatuhan Alex membuat harapan itu tidak terwujud, meski Marc tetap menilai performa adiknya sangat kuat.

Marc memberi penghargaan besar atas usaha Alex untuk kembali kompetitif setelah insiden di Montmelo dua bulan sebelumnya. “Saya tahu dia pekerja keras, tetapi apa yang dia lakukan bahkan melampaui ekspektasi saya. Dia membalap dengan sangat baik,” ujar Marc.

Ban Depan Sempat Mencapai Batas

Kemenangan Marc tidak berlangsung tanpa tekanan teknis di tengah balapan. Ia memulai lomba dengan agresif, tetapi kemudian merasakan ban depan motornya mulai berada di batas kemampuan.

“Saya menekan sejak awal, tetapi kemudian saya melihat ban depan sudah berada di batas,” kata Marc. Ia merasakan kondisi yang tidak biasa dan belum bisa memastikan apakah ban depannya mengalami graining atau menghadapi masalah lain.

Marc sempat mengurangi kecepatan, sehingga kelompok pembalap di belakang kembali mendekat. Setelah memahami respons ban depan, ia kembali meningkatkan serangan untuk membangun jarak di posisi terdepan.

Menurut Marc, keunggulan sekitar satu setengah hingga dua detik di Sachsenring sulit dipangkas oleh pembalap lain. Fase serangan kedua itu menjadi penentu kemenangan bagi pembalap Ducati Lenovo tersebut.

Ia juga memuji kru timnya yang menemukan pengaturan motor terbaik sepanjang akhir pekan. Kemenangan ini mempertegas hubungan kuat Marc dengan Sachsenring, meski perayaan rekornya tetap dibayangi kegagalan Alex finis di podium.

Source: www.liputan6.com
Berita Terbaru