Samuel Marbun Butuh TC China Segera, Perak Asian Games Ingin Diubah Jadi Emas

Author: Redaksi Android62

Samuel Marbun menilai pemusatan latihan di China menjadi kebutuhan mendesak dalam upayanya mengejar medali emas Asian Games 2026. Atlet wushu Indonesia itu membutuhkan partner tanding berkualitas untuk menguji materi latihan dalam situasi yang menyerupai pertandingan.

Target Samuel bukan sekadar memperbaiki performa, melainkan mengubah medali perak Asian Games sebelumnya menjadi emas. Ia melihat kesempatan berlatih di China dapat membantu tim nasional menghadapi standar persaingan yang lebih tinggi.

Kebutuhan Partner Sparing

Samuel menyebut program latihan nasional telah memasuki tahap maksimal, tetapi latihan teknis perlu dilengkapi dengan latih tanding. Menurutnya, partner sparing yang memadai diperlukan agar teknik yang dipelajari bersama pelatih dapat diterapkan secara langsung.

“Persiapan kita sudah memasuki tahap maksimal, namun kita di sini kurang teman sparing sebenarnya. Apa yang kita latih itu kami butuh latih tanding untuk mempraktikkannya,” ujar Samuel di GBK Arena, Jakarta.

Ia menegaskan kebutuhan tersebut menjadi alasan mengapa keberangkatan ke China diharapkan dapat segera terlaksana. Pemusatan latihan itu dipandang penting untuk mengukur kesiapan sebelum memasuki persaingan Asian Games 2026.

Persaingan di Kelas 65 Kilogram

Samuel merupakan andalan Indonesia pada nomor Sanda kelas 65 kilogram. China disebutnya sebagai ancaman utama dalam perburuan podium tertinggi, sementara Vietnam dan Filipina juga masuk dalam daftar lawan yang perlu diwaspadai.

Latihan di China diharapkan memberi kesempatan untuk beradaptasi dengan gaya bertanding lawan-lawan kuat Asia. Bagi Samuel, peningkatan kualitas pertandingan latihan dapat menjadi bagian penting dari jalan menuju target emas.

Ajang Nomor Pencapaian Samuel
SEA Games Sanda 65 kilogram Medali emas
Asian Games Hangzhou 2022 Sanda 65 kilogram Medali perak

Modal dari Hangzhou

Medali perak yang diraih Samuel Marbun pada Asian Games Hangzhou 2022 menjadi pijakan untuk memasang sasaran lebih tinggi. Ajang tersebut berlangsung pada 2023, ketika atlet kelahiran Dolok Sanggul, Sumatera Utara, itu tampil di kelas 65 kilogram.

Sebelumnya, Samuel telah meraih medali emas SEA Games pada kelas yang sama. Rekam jejak tersebut membuatnya yakin target untuk naik satu tingkat di Asian Games tetap realistis meski persaingan diperkirakan ketat.

“SEA Games kemarin emas, Asian Games kemarin perak di kelas 65 kilogram Sanda. Mudah-mudahan kita yakin warna silver diganti emas,” kata Samuel.

Mengejar Ketertinggalan Latihan

Persiapan menuju Asian Games sebenarnya telah dimulai sejak awal 2026, tetapi Samuel sempat menghentikan latihan selama beberapa bulan untuk menjalani pendidikan. Atlet berusia 27 tahun itu kembali berlatih secara intensif pada Mei.

Untuk mengejar ketertinggalan, ia menambah porsi latihan di luar program pelatih dan mencari partner sparing secara mandiri. Langkah tersebut dilakukan agar kondisi fisik serta tekniknya dapat kembali mendekati kebutuhan kompetisi.

Sport.detik.com melaporkan Samuel juga mengevaluasi kekalahannya pada final Asian Games sebelumnya. Evaluasi itu mencakup analisis kekuatan dan kelemahan calon lawan, lalu mencocokkannya dengan kemampuan yang dimilikinya.

“Evaluasi teknik, analisa lawan, jadi cari kelebihan dan kekurangannya kita cocokkan dengan diri sendiri. Kita juga harus yakin dengan teknik,” ucap Samuel.

Disiplin Menjadi Penopang Target

Selain intensitas latihan, Samuel menempatkan disiplin sebagai dasar menjaga kesiapan menuju Asian Games. Ia menekankan pentingnya mengikuti arahan pelatih serta mengatur istirahat, makan, dan tidur.

Optimisme itu dibangun dari keyakinannya bahwa persiapan tim telah dijalankan secara maksimal. Dengan tambahan pengalaman tanding yang diharapkan didapat dari China, Samuel ingin membawa kesiapan Wushu Indonesia ke level yang lebih kompetitif.

Source: sport.detik.com
Berita Terbaru