Reli IHSG berlanjut selama delapan hari perdagangan berturut-turut setelah indeks ditutup naik 0,91 persen pada Senin, 20 Juli 2026. Indeks Harga Saham Gabungan bertambah 56,24 poin dan berakhir di level 6.231,78.
Kenaikan tersebut ditopang penguatan yang meluas di Bursa Efek Indonesia. Sebanyak 10 dari 11 indeks sektoral berakhir di zona hijau, sementara teknologi menjadi satu-satunya sektor yang melemah.
Sektor perindustrian mencatat kenaikan paling besar dengan penguatan 3,44 persen. Sektor energi mengikuti dengan kenaikan 2,61 persen, disusul barang baku yang bertambah 2,01 persen.
Dominasi sektor siklikal dan berbasis komoditas memberi dorongan besar bagi pergerakan indeks pada penutupan perdagangan. Properti dan real estat turut naik 1,44 persen, sedangkan barang konsumer primer menguat 1,08 persen.
Penguatan Sektor Menyebar Luas
| Sektor | Perubahan | Arah |
|---|---|---|
| Perindustrian | 3,44 persen | Menguat |
| Energi | 2,61 persen | Menguat |
| Barang baku | 2,01 persen | Menguat |
| Properti dan real estat | 1,44 persen | Menguat |
| Barang konsumer primer | 1,08 persen | Menguat |
| Transportasi | 1,00 persen | Menguat |
| Infrastruktur | 0,73 persen | Menguat |
| Barang konsumer nonprimer | 0,52 persen | Menguat |
| Kesehatan | 0,33 persen | Menguat |
| Keuangan | 0,06 persen | Menguat |
| Teknologi | -0,56 persen | Melemah |
Transportasi juga mencatat kenaikan 1,00 persen dalam perdagangan tersebut. Infrastruktur naik 0,73 persen, barang konsumer nonprimer bertambah 0,52 persen, dan kesehatan menguat 0,33 persen.
Sektor keuangan bergerak lebih terbatas dengan kenaikan 0,06 persen. Di sisi lain, teknologi terkoreksi 0,56 persen, tetapi pelemahan ini tidak mengubah arah positif pasar secara keseluruhan.
Menurut data Bursa Efek Indonesia melalui RTI Business, aktivitas perdagangan tetap ramai sepanjang sesi. Volume transaksi mencapai 35,11 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp16,25 triliun.
Jumlah saham yang menguat juga jauh melampaui saham yang melemah. Tercatat 399 emiten naik, sedangkan 210 emiten turun dan 185 saham ditutup tanpa perubahan harga.
DEWA Memimpin Saham Penguat
Di antara saham yang bergerak naik tajam, DEWA menjadi pencetak kenaikan tertinggi. Saham PT Darma Henwa Tbk itu melonjak 9,34 persen dan ditutup pada harga Rp398 per saham.
CUAN dari PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk menguat 6,35 persen ke Rp670 per saham. Sementara itu, BRPT atau PT Barito Pacific Tbk naik 6,19 persen hingga ditutup pada Rp1.800 per saham.
| Saham | Perubahan | Harga Penutupan |
|---|---|---|
| DEWA | Naik 9,34 persen | Rp398 |
| CUAN | Naik 6,35 persen | Rp670 |
| BRPT | Naik 6,19 persen | Rp1.800 |
| ANTM | Turun 2,28 persen | Rp3.000 |
| UNTR | Turun 1,32 persen | Rp26.200 |
| MAPI | Turun 0,99 persen | Rp1.505 |
ANTM Berada di Sisi Pelemahan
ANTM memimpin daftar saham yang mengalami koreksi pada perdagangan ini. Saham PT Aneka Tambang Tbk turun 2,28 persen dan menutup sesi di Rp3.000 per saham.
UNTR melemah 1,32 persen menjadi Rp26.200 per saham. MAPI juga turun 0,99 persen dan ditutup di level Rp1.505 per saham.
Penguatan luas pada sektor perindustrian, sektor energi, dan barang baku menjadi penopang utama reli indeks. Ramainya transaksi serta dominasi saham yang naik menjaga IHSG tetap berada di zona hijau hingga akhir perdagangan.
