Kecelakaan di wahana ekstrem Air Terjun Maluk Rock, Huaying, Sichuan, China, berujung fatal setelah seorang wisatawan perempuan jatuh dari ketinggian. Peristiwa itu memicu perhatian luas karena rekaman kejadian langsung menyebar di media sosial dan memperlihatkan suasana panik di lokasi.
Korban disebut bernama Liu dan masih berusia 16 tahun. Dalam video yang beredar, ia tampak terjatuh ke tanah sambil menggerakkan kaki dengan panik, sebelum kemudian terlihat tergeletak lemas di sabuk pengaman.
Dugaan awal mengarah pada tali pengaman yang terlepas saat wahana masih berjalan. Korban diketahui sedang menaiki ayunan ekstrem di area tebing sebelum insiden itu terjadi.
Sebelum wahana dijalankan, Liu disebut sempat menyampaikan kekhawatiran soal alat pengaman yang digunakan. Ia dikabarkan menilai sistem tersebut belum cukup aman dan tidak meyakinkan.
Beberapa cuplikan lain yang tersebar juga memperlihatkan Liu tergantung di udara dengan bantuan tali bungee. Tampilan itu justru memperkuat sorotan publik terhadap kemungkinan adanya masalah pada sistem keselamatan wahana.
Kasus ini kemudian memicu diskusi luas di media sosial di China. Banyak warganet mempertanyakan apakah pemeriksaan alat pengaman sudah dilakukan dengan memadai sebelum pengunjung dinaikkan ke wahana tersebut.
Sorotan juga tertuju pada pengelola wisata yang menyediakan atraksi berisiko tinggi. Sejumlah pengguna media sosial menilai pengecekan keselamatan seharusnya jauh lebih ketat, terutama untuk wahana ekstrem di tebing.
Hingga kini, otoritas setempat masih menelusuri penyebab pasti kecelakaan tersebut. Pemeriksaan juga diarahkan pada sistem keamanan wahana dan prosedur operasional yang digunakan pengelola.
Peristiwa ini kembali menegaskan bahwa wahana pemacu adrenalin membutuhkan pengawasan yang sangat ketat. Saat sistem keselamatan tidak bekerja sebagaimana mestinya, risiko bagi pengunjung bisa berakhir fatal.
Source: www.viva.co.id






