Renard Menolak Label Penyihir, Tunisia Mengandalkan Disiplin untuk Bertahan

Herve Renard menegaskan bahwa Tunisia tidak bisa diselamatkan oleh keajaiban sesaat. Pelatih anyar itu meminta timnya bertumpu pada disiplin, kerja kolektif, dan sikap terorganisasi saat menghadapi Jepang.

Renard datang ketika tekanan sedang menumpuk setelah Tunisia kalah telak 1-5 dari Swedia pada laga pertama fase grup. Kekalahan itu sekaligus membuat Sabri Lamouchi kehilangan jabatannya, menjadikannya pelatih pertama dalam sejarah Piala Dunia yang diberhentikan hanya setelah satu pertandingan.

Waktu persiapan yang sangat sempit

Tugas Renard juga tidak ringan dari sisi waktu. Ia baru resmi mengambil alih kursi pelatih Tunisia pekan ini dan hanya memiliki tiga hari untuk menyiapkan tim sebelum laga berikutnya di Monterrey, Meksiko.

Situasi tersebut membuat Tunisia harus bergerak cepat untuk membenahi banyak aspek permainan. Lawan yang dihadapi pun tidak mudah, karena Jepang datang dengan kepercayaan diri tinggi setelah menahan imbang Belanda 2-2 pada pertandingan pembuka.

Menolak dianggap pesulap

Nama Renard kerap dikaitkan dengan julukan penyihir atau pesulap karena rekam jejaknya bersama sejumlah tim nasional. Namun, pelatih asal Prancis berusia 57 tahun itu memilih merendah dan menegaskan bahwa sepak bola tetap menuntut kerja keras.

“Dalam sepak bola, ada banyak kerja keras yang dilakukan,” ujarnya kepada New Straits Times. Ia juga menyebut para pemain Tunisia menyambut dirinya dengan sikap terbuka, penuh semangat, dan ingin menebus hasil buruk sebelumnya.

Fokus kembali ke dasar permainan

Renard menilai Tunisia harus kembali ke prinsip-prinsip dasar agar tetap punya peluang di Piala Dunia 2026. Ia menekankan pentingnya bermain rapi, disiplin, terorganisasi, dan sebagai satu kesatuan tim.

“Kami harus kembali ke dasar-dasar dan prinsip-prinsip fundamental. Harus disiplin, terorganisasi, dan bermain sebagai satu kesatuan tim,” kata Renard. Ia menambahkan bahwa determinasi menjadi unsur penting untuk menjaga asa Tunisia di fase grup.

Dengan kondisi itu, Tunisia kini bergantung pada respons cepat di lapangan, bukan pada harapan akan perubahan instan. Kehadiran Renard memberi dorongan baru, tetapi hasil akhir tetap akan ditentukan oleh kerja kolektif tim selama pertandingan berlangsung.

Source: www.suara.com

Berita Terkait