Renault Megane E-Tech kini tampil lebih matang setelah mendapat penyegaran besar untuk pertama kalinya sejak meluncur pada 2022. Perubahan paling penting ada pada baterai yang kini berkapasitas 67 kWh, naik dari sebelumnya 60 kWh, sehingga jarak tempuhnya ikut meningkat menjadi 500 km dalam sekali pengisian daya.
Peningkatan itu membuat Megane E-Tech tidak hanya mengandalkan tampilan baru, tetapi juga menawarkan efisiensi yang lebih baik bagi pengguna mobil listrik kompak. Renault menyiapkan ubahan ini untuk menjawab kebutuhan mobilitas modern, dengan penyegaran yang menyentuh tampilan, kabin, hingga teknologi pengisian daya.
Jarak tempuh lebih jauh dan pengisian lebih cepat
Dengan baterai baru tersebut, jarak tempuh Megane E-Tech naik dari 458 km menjadi 500 km. Proses pengisian juga dibuat lebih singkat karena dukungan DC 165 kW memungkinkan baterai terisi dari 15 persen ke 80 persen dalam 24 menit.
Renault juga tetap menyediakan pengisian AC hingga 22 kW. Di sisi penggerak, motor listrik depan masih dipakai dengan tenaga puncak 217 hp, sehingga karakter dasarnya tetap dipertahankan meski fokus pengembangan diarahkan ke efisiensi dan jarak tempuh.
Eksterior dibuat lebih futuristis
Perubahan visual paling jelas terlihat di bagian luar. Renault memberi lampu depan dengan komponen baru, bumper sewarna bodi dengan garis yang lebih dinamis, serta signature lampu baru pada air intake yang berisi delapan komponen berbentuk berlian.
Pada sisi samping, detail tersebut membuat wajah mobil terlihat lebih aktif saat malam hari. Megane E-Tech juga tetap memakai gril tertutup dengan lapisan hitam mengilap dan logo berlian khas Renault, sementara bagian belakang mengusung lampu lebar yang kini dibuat sebagai elemen 3D tanpa lensa penutup.
Selain soal tampilan, ground clearance juga dinaikkan 20 mm. Langkah ini dipilih agar mobil tetap nyaman digunakan, terutama karena bobot baterai yang lebih besar membuat posisi kendaraan tidak terlalu dekat dengan permukaan jalan.
Kabin mendapat sentuhan baru
Bagian interior ikut dibenahi melalui material dan detail visual baru. Kabin kini memakai sentuhan akhir Thermoplastic Elastomer atau karet sintetis, dengan kursi elektrik berwarna abu-abu muda atau hitam titanium pada trim Techno.
Pada trim Esprit Alpine, Renault menambahkan panel pintu baru dengan sentuhan akhir abu-abu spectral yang berubah nuansanya dari abu-abu gelap hingga biru. Atmosfer kabin juga diperkuat oleh pencahayaan ambient LED yang membuat ruang dalam terasa lebih berbeda.
Soal produksi, Renault memastikan Megane E-Tech tetap dirakit di Eropa, tepatnya di fasilitas Douai, Prancis Utara. Sementara itu, pabrik penggerak listriknya dibuat di Cleon, Normandy, sebagai bagian dari rantai produksi model ini.
Harga terbaru Megane E-Tech belum diumumkan. Namun dengan kombinasi desain yang lebih tegas, kabin yang lebih rapi, serta baterai dan pengisian daya yang lebih baik, model ini tampil sebagai EV kompak yang terasa lebih siap menghadapi kebutuhan penggunaan harian.
Source: www.bincangbincangmobil.com






