PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) menyiapkan dana maksimal Rp5 triliun untuk membeli kembali sahamnya di pasar. Langkah ini menjadi bagian dari rencana perseroan untuk menjaga pergerakan harga saham tetap stabil sekaligus memperkuat kepercayaan investor terhadap emiten tersebut.
Rencana buyback itu disampaikan AADI melalui keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia pada Kamis, 16 April 2026. Perseroan menegaskan bahwa pelaksanaan aksi korporasi tersebut baru akan dimulai setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan pada 22 Mei 2026, dengan masa pelaksanaan maksimal 12 bulan sejak persetujuan pemegang saham diberikan.
Alasan di balik rencana buyback
Manajemen AADI menilai pembelian kembali saham dapat membantu membuat harga saham lebih mencerminkan kinerja dan nilai fundamental perusahaan. Di tengah kondisi pasar yang dapat bergerak cepat, kebijakan ini juga dipandang sebagai cara untuk meredam volatilitas yang berlebihan.
Selain itu, buyback disebut berpotensi meningkatkan likuiditas perdagangan saham. Dengan aktivitas transaksi yang lebih sehat, pasar diharapkan dapat menilai saham AADI secara lebih wajar sesuai dengan kondisi usaha perseroan.
Dalam pasar modal, aksi buyback kerap dipahami sebagai sinyal bahwa emiten memiliki keyakinan terhadap prospek bisnisnya. Karena itu, langkah AADI juga dapat dibaca sebagai upaya menjaga persepsi positif investor ketika situasi pasar berubah dinamis.
Pendanaan tidak mengganggu operasional
AADI menyampaikan bahwa dana Rp5 triliun yang disiapkan untuk buyback tidak akan mengganggu kegiatan usaha maupun target pendapatan tahunan. Perseroan menyebut sumber pembiayaan berasal dari saldo laba dan arus kas internal yang masih memadai.
Penjelasan tersebut menjadi penting karena pasar biasanya menyoroti dampak buyback terhadap likuiditas perusahaan. Dalam rencana AADI, aksi korporasi itu dirancang tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian keuangan sehingga kebutuhan operasional perusahaan tetap terjaga.
Sorotan dari pasar
Sebagai emiten di bawah grup Garibaldi “Boy” Thohir, AADI menjadi perhatian karena nilai buyback yang tergolong besar. Kebijakan ini membuat pelaku pasar memantau respons investor, terutama setelah program mulai dijalankan pasca persetujuan RUPST.
Berikut ringkasan rencana buyback AADI:
- Nilai maksimal buyback: Rp5 triliun.
- Jadwal mulai pelaksanaan: 23 Mei 2026.
- Jangka waktu pelaksanaan: maksimal 12 bulan.
- Sumber dana: saldo laba dan arus kas internal.
- Tujuan: menjaga stabilitas harga, meningkatkan likuiditas, dan mendukung nilai fundamental saham.
Bagi AADI, fokus berikutnya berada pada persetujuan pemegang saham dalam RUPST, kemudian pelaksanaan program sesuai jadwal yang sudah ditetapkan. Setelah itu, pasar akan menilai bagaimana aksi buyback tersebut memengaruhi perdagangan saham dan persepsi investor terhadap kinerja perseroan.







