Indonesia dan India memperkuat kerja sama antariksa dengan arah yang semakin konkret. Salah satu fokus terkuatnya adalah pemanfaatan satelit untuk mendukung ketahanan pangan sekaligus pemantauan lingkungan.
Penguatan kerja sama itu dibahas saat Presiden RI Prabowo Subianto bertemu Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Merdeka, Selasa (7/7/2026). Dalam pertemuan tersebut, kedua negara juga menyaksikan penyerahan dokumen perpanjangan kerja sama antara Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Indian Space Research Organisation (ISRO).
Peluncuran satelit BRIN direncanakan di India
Ketua BRIN Arif Satria mengatakan kerja sama dengan ISRO sudah berjalan melalui pemantauan satelit di Biak. Fasilitas itu menjadi salah satu bentuk kolaborasi teknis yang selama ini menopang hubungan riset antariksa kedua negara.
Arif juga menyebut ada rencana peluncuran satelit buatan BRIN di India. “Kami akan melakukan peluncuran satelit yang diproduksi oleh BRIN di India, insyaallah awal Januari 2027,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan.
| Agenda | Fokus | Keterangan |
|---|---|---|
| Kerja sama BRIN dan ISRO | Eksplorasi dan pemanfaatan ruang angkasa untuk tujuan damai | Dokumen perpanjangan kerja sama diserahkan dalam pertemuan di Istana Merdeka |
| Satelit BRIN | Ketahanan pangan dan pemantauan lingkungan | Direncanakan diluncurkan di India pada awal Januari 2027 |
| Bandara antariksa | Pembangunan fasilitas baru | Beberapa calon lokasi sedang dikaji, termasuk Biak |
Satelit untuk pangan, hutan, dan sumber daya alam
Satelit yang disiapkan BRIN dirancang memberi manfaat langsung bagi sektor strategis nasional. Selain mendukung ketahanan pangan melalui pemantauan perkembangan produksi, satelit itu juga akan dipakai untuk pengelolaan lingkungan.
Fungsi lain yang disiapkan adalah pemantauan hutan dan sumber daya alam. Data yang dihasilkan diharapkan bisa membantu pengambilan keputusan di sektor-sektor tersebut.
Bandara antariksa ikut masuk pembahasan
Di luar proyek satelit, BRIN dan pihak India juga membahas rencana pembangunan bandara antariksa. Arif mengatakan ada beberapa calon lokasi yang sedang dikaji dan Biak termasuk salah satu opsi yang dipertimbangkan.
Menurut Arif, Presiden Prabowo dan PM Modi sama-sama menilai kerja sama di bidang ini penting untuk diperkuat. Pembicaraan antara BRIN dan pihak India pun disebut telah berlangsung intensif untuk menyiapkan fasilitas tersebut.
Kerja sama antariksa ini menunjukkan bahwa hubungan Indonesia dan India kini bergerak lebih jauh dari diplomasi biasa. Arah kolaborasinya menghubungkan riset, infrastruktur, dan pemanfaatan ruang angkasa secara damai untuk mendukung kebutuhan nasional.
