Ribuan Drone Mini Dalam Robot Kecil, Cara Baru Menembus Tabung Lava Mars

Author: Redaksi Android62

Di bawah permukaan Mars, para ilmuwan membayangkan cara baru untuk menjangkau ruang yang terlalu sempit bagi rover besar. Mereka menyiapkan robot berbentuk roly-poly yang membawa ribuan drone mini agar dapat masuk ke tabung lava dan menyebar di dalam jaringan gua.

Gagasan ini diarahkan pada wilayah yang selama ini sulit disentuh kendaraan eksplorasi biasa. Di Mars, sistem terowongan lava yang sudah ditemukan disebut membentang lebih dari 746 mil, atau sekitar 1.200 kilometer, dan salah satu tabung lavanya diperkirakan memiliki lebar lebih dari 820 kaki, atau sekitar 250 meter.

Mengapa rover tidak cukup

Eksplorasi Mars selama ini banyak mengandalkan rover seperti Curiosity dan Perseverance. Namun, kendaraan sebesar bus sekolah itu tidak dirancang untuk masuk ke lorong sempit di bawah permukaan planet.

Mostafa Hassanalian, associate professor di New Mexico Tech, menilai ukuran menjadi hambatan utama untuk menjangkau area seperti itu. Ia melihat pendekatan yang lebih kecil dan terinspirasi dari alam sebagai pilihan yang lebih masuk akal untuk menyisir tabung lava.

Robot roly-poly sebagai pembuka jalan

Rancangan yang disiapkan tim itu berangkat dari biomimikri, yaitu pendekatan desain yang meniru cara kerja alam. Hassanalian menjelaskan bahwa biomimikri paling efisien saat diterapkan dalam skala kecil.

Robot utamanya dibuat menyerupai pillbug atau roly-poly. Sistem ini dirancang untuk dijatuhkan melalui lubang di atap gua, lalu turun ke lantai gua dengan bantuan parasut sebelum melepaskan ribuan drone kecil yang tersimpan di dalam tubuhnya.

Setelah dilepaskan, drone-drone itu akan terbawa angin dan menyebar ke berbagai arah di dalam terowongan. Dengan cara ini, pemetaan dapat dilakukan dari banyak titik sekaligus, bukan hanya dari satu jalur masuk.

Cara drone bekerja di dalam tabung lava

Para peneliti memperkirakan lubang-lubang di langit-langit gua bisa menjaga sirkulasi udara tetap kuat. Jika aliran angin melemah, robot roly-poly juga dibekali kipas bertenaga tinggi sebagai cadangan.

Di dalam gua, sinar matahari tidak bisa masuk sehingga panel surya tidak dapat digunakan. Karena itu, drone dirancang memanfaatkan piezoelectricity dari polimer fleksibel untuk menghasilkan muatan listrik.

Tim juga menyesuaikan tampilan drone dengan kondisi alam. Karena biji yang terbawa angin di alam cenderung putih untuk memantulkan cahaya dan tetap lebih dingin, drone itu juga akan dicat putih agar dapat melaju lebih jauh.

Setelah terbang, dandelion drones akan mengirim data lewat sinyal radio. Mereka akan mengukur kelembapan dan suhu, lalu membantu menyusun peta menyeluruh dari sistem terowongan.

Daya tarik bawah tanah Mars

Fokus pada gua Mars bukan hanya soal menjelajah ruang yang belum tersentuh. Pengukuran suhu dari lubang vulkanik menunjukkan bahwa suhu bagian dalam tidak berubah sedrastis permukaan.

Temuan itu membuat para ilmuwan melihat kemungkinan bahwa manusia suatu hari bisa menjelajah ruang bawah tanah Mars. Di saat yang sama, lingkungan yang lebih terlindungi juga membuka peluang adanya kehidupan Mars yang bertahan di bawah permukaan.

Salah satu kawasan yang menarik perhatian adalah Arsia Mons, gunung berapi perisai di wilayah Tharsis. NASA melihat lubang-lubang akibat runtuhnya langit-langit vulkanik yang membuka skylight dan memperlihatkan jaringan terowongan besar di bawahnya.

Persaingan menjelajahi lava tube

Hassanalian bukan satu-satunya peneliti yang menaruh perhatian pada tabung lava. Sejak 2023, sekelompok ilmuwan Eropa yang dipimpin Space Robotics Laboratory di University of Malaga telah menjatuhkan robot ke tabung lava di pulau Lanzarote, Spanyol, untuk memetakan sistem gua sebagai persiapan misi Mars.

NASA juga memberi perhatian besar pada bawah permukaan Mars. Badan antariksa itu telah melakukan 72 penerbangan dengan Ingenuity Mars Helicopter di permukaan planet, meski drone tersebut tidak sempat menjelajah ke dalam tabung lava sebelum berakhir pada 2024.

Wilayah Tharsis sendiri disebut seukuran planet katai Ceres. Pembentukannya diduga membuat Mars miring sekitar 20 derajat, meski para ilmuwan masih memperdebatkan penyebab pastinya, mulai dari tabrakan besar pada masa awal Mars hingga plume mantel yang tidak stabil.

Rencana drone untuk menjelajahi Mars masih terus berkembang, dan perhatian juga mengarah ke gua-gua potensial di Titan, bulan terbesar Saturnus. Jika misi manusia ke Mars baru mungkin terjadi paling cepat pada 2030-an, sistem robot kecil seperti ini bisa menjadi alat penting untuk membuka jalan ke bawah permukaan planet merah.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru