Naik ke Peringkat 48 Dunia, Riset CT Scan Undip Bidik Radiasi Lebih Aman

Peneliti Departemen Fisika Universitas Diponegoro, Dr. Choirul Anam, M.Si., F.Med, menempati peringkat ke-48 ilmuwan dunia di bidang computed tomography atau CT scan versi ScholarGPS. Posisi itu menandai kenaikan besar dari peringkat ke-99 dunia pada pemeringkatan yang menggunakan data hingga 2024.

Pencapaian tersebut ditopang riset yang menyasar persoalan penting dalam pemeriksaan CT scan, yakni menjaga paparan radiasi tetap rendah tanpa mengurangi kualitas gambar. Pendekatan ini relevan bagi pasien yang memerlukan pemeriksaan berulang, termasuk anak-anak dan kelompok rentan lainnya.

Fokus pada Keselamatan Pasien

Riset Choirul Anam berpusat pada pengembangan perangkat lunak untuk otomatisasi dosimetri radiasi dan optimalisasi kualitas citra. Dosimetri digunakan untuk memantau serta mengelola tingkat paparan radiasi yang diterima pasien selama pemeriksaan.

Pengukuran dosis yang lebih efisien diharapkan membuat pengendalian paparan radiasi berlangsung lebih presisi. Tujuannya adalah membantu prosedur radiologi berjalan aman, sekaligus tetap menghasilkan informasi klinis yang dibutuhkan dokter.

CT scan memanfaatkan radiasi untuk membentuk gambaran organ internal tubuh. Karena itu, pengaturan dosis perlu dilakukan secara cermat agar kebutuhan diagnosis dapat dipenuhi tanpa memberikan paparan yang tidak diperlukan.

Universitas Diponegoro menyatakan penurunan dosis radiasi hingga tingkat seminimal mungkin dapat dilakukan tanpa mengorbankan mutu gambar. Keseimbangan antara keselamatan pasien dan ketajaman citra menjadi inti dari pengembangan Teknologi CT Scan tersebut.

Citra Berkualitas Mendukung Diagnosis

Selain mengendalikan dosis, penelitian ini menempatkan kualitas citra sebagai komponen utama. Visualisasi organ internal yang jelas dapat membantu dokter radiologi mengenali penyakit lebih dini dan lebih tepat.

Citra yang tajam juga dinilai dapat mendukung tindakan medis yang lebih cepat dan efektif. Dampaknya diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas layanan kesehatan masyarakat.

Periode DataPeringkat Choirul AnamBidang
Hingga 202499 duniaComputed tomography
Hingga 202548 duniaComputed tomography

Masuk Jajaran Peneliti Global

ScholarGPS menyusun pemeringkatan lintas disiplin yang mencakup peneliti dari berbagai negara. Daftar tersebut merangkum pihak yang menjalankan riset dan pengembangan teknologi CT scan dalam lima tahun terakhir.

Menurut penjelasan Universitas Diponegoro yang dikutip Kompas.com, penilaian itu melibatkan keahlian dari sejumlah bidang. Latar keilmuan yang tercakup antara lain radiologi, onkologi, kesehatan masyarakat, teknik biomedis, teknik komputer, matematika, dan fisika.

Dalam jajaran 50 besar, Choirul Anam tercantum bersama sejumlah tokoh pencitraan medis global. Nama yang disebut dalam daftar itu meliputi Prof. Cynthia McCollough dari Mayo Clinic, Prof. Joël Greffier dari Prancis, Prof. John Damilakis dari Yunani, dan Prof. Madam Rehani dari Amerika Serikat.

Pengakuan tersebut memperlihatkan bahwa riset dari Indonesia dapat memperoleh tempat di komunitas medis internasional. Bagi Universitas Diponegoro, capaian ini juga dipandang sebagai dorongan bagi civitas akademika untuk menghasilkan penelitian berdampak dari Semarang.

Undip menempatkan keberhasilan itu dalam langkah strategis menuju jajaran 500 besar World Class University. Di sisi layanan kesehatan, pengembangan CT scan dengan dosis radiasi minimal dan citra yang tetap jelas membuka peluang pemeriksaan yang lebih aman serta mendukung ketepatan diagnosis.

Berita Terkait