Data Kehamilan hingga Kontrasepsi Bisa Terusik, Risiko di Balik Aplikasi Pelacak Haid

Author: Redaksi Android62

Catatan kehamilan, penggunaan kontrasepsi, suasana hati, hingga keluhan kram dapat menjadi data yang ikut dikirim dari aplikasi pelacak haid ke layanan lain. Risiko ini disorot Mozilla Foundation setelah menemukan pengelolaan data sensitif yang masih memiliki celah pada sejumlah aplikasi populer.

Temuan paling menonjol melibatkan Stardust, yang disebut mengirim data kesehatan reproduksi secara rinci kepada RudderStack. Layanan tersebut digunakan untuk pengelolaan data dalam proses penerusan informasi ke sistem analitik.

Informasi yang dilaporkan ikut terkirim tidak terbatas pada aktivitas umum di dalam aplikasi. Data itu mencakup status kehamilan, konsumsi alkohol, penggunaan kontrasepsi, nyeri payudara, serta kram perut.

Data pribadi dapat melebar ke banyak pihak

Stardust menyatakan data yang dibagikannya tidak dapat mengidentifikasi pengguna secara langsung. Perusahaan itu juga menyebut RudderStack hanya menjadi jalur teknis untuk kebutuhan analitik internal.

Menurut Stardust, RudderStack tidak diizinkan menyimpan ataupun menjual data yang diterimanya. Namun, Mozilla menilai keterlibatan lebih banyak pihak tetap memperbesar peluang kebocoran maupun permintaan data untuk kepentingan hukum.

Aplikasi Hal yang disorot Keterangan
Stardust Data kesehatan reproduksi dikirim ke RudderStack Stardust menyebut data tersebut tidak mengidentifikasi pengguna
Flo Pernah menyelesaikan perkara dengan FTC Perkara 2021 terkait tuduhan pembagian data sensitif kepada Meta dan Google

Identitas perangkat juga menjadi perhatian

Laporan Mozilla turut mencatat sebagian aplikasi mengirim informasi perangkat ke layanan yang terkait dengan Google, Meta, Microsoft, dan TikTok. Nomor identitas perangkat dapat dipakai untuk analitik, iklan bertarget, atau pelacakan aktivitas pengguna di berbagai layanan digital.

Data perangkat memang tampak berbeda dari catatan kesehatan reproduksi. Namun, peneliti Electronic Privacy Information Center, Sara Geoghegan, menilai penggunaan aplikasi pelacak haid itu sendiri sudah dapat membuka informasi pribadi yang signifikan.

“Data dari aplikasi pelacak haid dapat menjadi bagian dari rangkaian pengawasan yang sangat mengungkap informasi pribadi,” kata Geoghegan. Penilaian tersebut menempatkan privasi data sebagai faktor penting saat pengguna memilih layanan kesehatan digital.

Enam aplikasi masuk peninjauan

Mozilla mengevaluasi enam aplikasi, yaitu Flo, Clue, Stardust, Spot On, Period Calendar, dan Euki. Hasilnya menunjukkan sebagian layanan memiliki perlindungan privasi yang lebih kuat, sementara layanan lain masih menghadapi persoalan dalam tata kelola data pengguna.

Rekam jejak perusahaan juga perlu menjadi pertimbangan, bukan hanya kebijakan privasi yang sedang berlaku. Flo pernah menyelesaikan perkara dengan Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat atau FTC pada 2021 terkait tuduhan pembagian data sensitif kepada Meta dan Google.

Mozilla mencatat praktik privasi Flo telah membaik dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menunjukkan kebijakan sebuah aplikasi pelacak haid dapat berubah dan perlu terus dicermati oleh penggunanya.

Pengguna dapat mulai mengurangi paparan data dengan membatasi informasi yang dimasukkan serta memeriksa izin aplikasi. Perlindungan data yang lemah juga dikhawatirkan membuat masyarakat ragu memakai aplikasi kesehatan yang sebenarnya bermanfaat.

Berita Terbaru