Penyakit kardiovaskular menjadi masalah kesehatan yang paling menonjol pada pekerja laki-laki, dengan proporsi 81%. Temuan ini menegaskan bahwa usia kerja dan aktivitas tinggi tidak otomatis melindungi seseorang dari risiko penyakit serius.
Di kelompok yang sama, gangguan muskuloskeletal berada di posisi berikutnya dengan prevalensi 68%. Nyeri otot maupun masalah persendian dapat mengganggu kenyamanan bekerja dan berpotensi menekan produktivitas sehari-hari.
Profil Risiko Berbeda Menurut Gender
Laporan Indonesia Employee Health & Benefit Insights 2026 dari Halodoc menunjukkan pola kesehatan pekerja juga berbeda pada perempuan. Neoplasma atau kanker menjadi masalah yang paling banyak tercatat pada pekerja perempuan, dengan persentase 72%.
Mayoritas kasus neoplasma yang ditemukan pada pekerja perempuan berupa kanker payudara dan kanker rahim. Dokter umum Irwan Heriyanto menyebut perbedaan risiko ini berkaitan dengan faktor biologis, termasuk organ reproduksi dan hormon.
| Kelompok Pekerja | Masalah Kesehatan Menonjol | Persentase |
|---|---|---|
| Laki-laki | Penyakit kardiovaskular | 81% |
| Laki-laki | Gangguan muskuloskeletal | 68% |
| Perempuan | Neoplasma atau kanker | 72% |
Perbedaan tersebut membuat upaya pencegahan tidak dapat disamaratakan untuk seluruh pekerja. Deteksi dini dan perhatian pada faktor risiko perlu disesuaikan dengan karakteristik kesehatan masing-masing kelompok.
Keluhan Berubah Saat Usia Bertambah
Risiko kesehatan juga bergeser seiring pertambahan usia pekerja. Kelompok di bawah 30 tahun lebih banyak menghadapi penyakit akut seperti flu, demam, dan infeksi saluran pernapasan atas atau ISPA.
Mobilitas tinggi menjadi salah satu faktor yang meningkatkan peluang paparan infeksi pada pekerja muda. Penggunaan transportasi umum dan aktivitas di lingkungan kerja yang ramai dapat memperbesar risiko penularan penyakit.
Memasuki rentang usia 30 hingga 49 tahun, keluhan yang lebih dominan adalah gangguan muskuloskeletal. Kondisi ini dapat berkaitan dengan postur kerja yang tidak ergonomis, gerakan berulang, serta beban fisik selama bekerja.
Pada pekerja berusia di atas 50 tahun, penyakit kronis dan degeneratif menjadi persoalan yang lebih banyak dijumpai. Penyakit kardiovaskular, diabetes, hipertensi, serta kondisi degeneratif meningkat seiring proses penuaan.
| Kelompok Usia | Keluhan Dominan | Faktor yang Disebutkan |
|---|---|---|
| Di bawah 30 tahun | Flu, demam, ISPA | Mobilitas tinggi dan paparan penularan |
| 30–49 tahun | Gangguan muskuloskeletal | Postur, gerakan berulang, beban fisik |
| Di atas 50 tahun | Penyakit kronis dan degeneratif | Kerentanan meningkat seiring penuaan |
Pencegahan Perlu Menjadi Kebiasaan
Irwan menilai risiko kesehatan dapat ditekan melalui langkah pencegahan yang dilakukan rutin. Medical Check Up dapat membantu mendeteksi penyakit lebih awal sebelum berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.
Pekerja juga dianjurkan menjaga pola makan bergizi dan berolahraga secara teratur. Menambah aktivitas fisik di sela pekerjaan dapat menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang banyak duduk atau melakukan gerakan berulang.
Pengelolaan stres dan vaksinasi sesuai kebutuhan turut menjadi bagian dari perlindungan kesehatan di usia produktif. Perhatian sejak awal diperlukan agar keluhan ringan tidak berkembang menjadi gangguan yang membatasi kemampuan bekerja dalam jangka panjang.
Di tengah bonus demografi Indonesia, kondisi kesehatan angkatan kerja menjadi unsur penting bagi pertumbuhan ekonomi. Kebiasaan menjaga kesehatan secara konsisten dapat membantu pekerja tetap aktif dan mempertahankan produktivitasnya.
