Riyadh Pastikan Jemaah Iran Tetap Dilayani, Haji Dipisahkan Dari Ketegangan Kawasan

Author: Redaksi Android62

Arab Saudi memastikan jemaah haji asal Iran tetap mendapat layanan penuh meski ketegangan di Timur Tengah belum mereda. Di tengah situasi kawasan yang masih dibayangi konflik, Riyadh menempatkan ibadah haji sebagai urusan kemanusiaan yang harus tetap berjalan aman dan tertib.

Sikap itu terlihat saat Menteri Dalam Negeri Arab Saudi sekaligus Ketua Komite Haji Tertinggi, Pangeran Abdulaziz bin Saud bin Naif, menerima Kepala Organisasi Haji dan Ziarah Iran, Alireza Rashidian, di Jeddah. Dalam pertemuan itu, Pangeran Abdulaziz menyambut kedatangan para jemaah Iran dan menegaskan dukungan Raja Salman serta Putra Mahkota Mohammed bin Salman agar seluruh jemaah dari berbagai negara bisa beribadah dengan aman, nyaman, dan tenang.

Koordinasi haji tetap berjalan

Pertemuan tersebut menjadi penting karena berlangsung saat kawasan masih berada dalam bayang ketegangan yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel. Namun, otoritas Saudi memilih memisahkan pelayanan haji dari dinamika politik kawasan dan tetap menjaga jalur koordinasi dengan pihak Iran.

Pangeran Abdulaziz hadir bersama sejumlah pejabat tinggi Saudi dalam agenda itu. Mereka antara lain Asisten Menteri Dalam Negeri Dr. Hisham Al-Falih, Wakil Menteri Dalam Negeri Bidang Keamanan Abdullah Al-Faris, dan Direktur Keamanan Publik sekaligus Ketua Komite Keamanan Haji Letjen Mohammed Al-Bassami.

Iran siapkan sekitar 30.000 jemaah

Dari pihak Iran, otoritas menyebut sekitar 30.000 jemaah haji akan diberangkatkan ke Arab Saudi secara bertahap. Keberangkatan itu dilakukan setelah koordinasi dengan Riyadh dan diperkirakan dimulai pada Senin, 27 April 2026, menurut Kantor Berita Republik Islam Iran atau IRNA.

IRNA mengutip Akbar Rezaei, wakil urusan Haji dan Umrah di Organisasi Haji dan Ziarah Iran, yang menyebut pengiriman jemaah dilakukan setelah persetujuan resmi diperoleh. Ia juga mengatakan pengaturan musim haji ini lahir dari kesepakatan dengan Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi serta kontrak dengan penyedia layanan khusus.

Persiapan teknis di lapangan

Rezaei menjelaskan bahwa perjalanan jemaah akan dikelola sejak keberangkatan hingga kepulangan agar prosesnya lebih tertib. Ia juga menyebut struktur kelompok jemaah telah dirombak, dengan 236 kelompok baru dimasukkan ke platform elektronik resmi.

Persiapan di lapangan di Mekkah juga sudah dimulai. Misi Haji Iran terus berkoordinasi dengan otoritas Saudi, serta kedutaan dan konsulat Iran, untuk memastikan prosedur dan layanan bagi jemaah berjalan lancar.

Apresiasi dari pihak Iran

Alireza Rashidian turut menyampaikan apresiasi atas langkah Arab Saudi. Ia memuji persiapan yang dilakukan dan menilai tingkat organisasi serta kualitas layanan kepada jemaah selama ibadah haji patut diapresiasi.

Hubungan kerja kedua negara di sektor haji menunjukkan bahwa layanan ibadah tetap dijaga meski situasi politik kawasan belum sepenuhnya stabil. Dengan koordinasi yang terus berlangsung, Arab Saudi menegaskan bahwa seluruh jemaah, termasuk dari Iran, tetap mendapat pelayanan yang sama selama menjalankan rangkaian ibadah di Tanah Suci.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru