Rob di Pantura Makin Mengancam, Rumah Warga Bisa Hancur Jika Tak Ditangani Serius

Author: Redaksi Android62

Banjir rob di pesisir utara Jawa kian menjadi ancaman nyata bagi permukiman warga. Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menyebut kondisi Pantura berada dalam keadaan memprihatinkan karena penurunan tanah dan kenaikan muka laut terus menekan kawasan tersebut.

AHY mengatakan penurunan permukaan tanah di wilayah itu mencapai 15 hingga 20 cm per tahun, sementara permukaan air laut naik 0,8 cm hingga 1,2 cm per tahun akibat pemanasan global. Kombinasi dua faktor itu membuat rob tidak lagi sekadar potensi, melainkan ancaman yang terus membesar.

Rumah warga dan properti ikut terancam

Dalam penjelasannya, AHY memperingatkan bahwa banjir rob berpotensi menghancurkan properti dan merusak rumah warga jika tidak ada intervensi serius. Ia juga menyebut penggenangan air laut di Pantura bisa jauh lebih parah pada 2050 bila situasi dibiarkan.

Ancaman itu tidak hanya dirasakan di satu titik. Kawasan Jakarta, Bekasi, Indramayu, Cirebon, Subang, Pemalang, Pekalongan, hingga Demak ikut masuk dalam wilayah yang menghadapi risiko genangan yang semakin meluas.

Eksploitasi air tanah mempercepat penurunan tanah

Peneliti Ahli Madya Pusat Riset Geoinformatika BRIN, Agung Syetiawan, menjelaskan bahwa salah satu pemicu utama penurunan muka tanah di pesisir adalah eksploitasi air tanah. Kebutuhan air bersih serta aktivitas budidaya seperti tambak udang vaname ikut menambah tekanan pada cadangan air tanah.

BRIN memantau perubahan pesisir dengan pendekatan geodesi dan penginderaan jauh. Teknologi yang digunakan mencakup Interferometric Synthetic Aperture Radar atau InSAR, Global Navigation Satellite System atau GNSS, pengamatan terestris, serta pemodelan geospasial multidata.

Data dari GNSS pada Indonesia Continuously Operating Reference Station atau InaCORS juga menunjukkan deformasi vertikal yang cenderung tidak linear di sebagian besar wilayah Pantura. Data itu dipakai untuk memvalidasi hasil pengamatan satelit Synthetic Aperture Radar atau SAR.

Risiko genangan meluas bila mitigasi tertunda

Dengan pemodelan sederhana bath up model, sejumlah wilayah pesisir berpotensi mengalami genangan permanen jika mitigasi tidak dilakukan secara tepat. Muara Gembong serta beberapa wilayah pesisir di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi disebut sudah mengalami perluasan area genangan.

Agung menilai hasil kajian geospasial yang komprehensif perlu dipertimbangkan saat membangun infrastruktur mitigasi seperti giant sea wall. Ia juga menekankan pentingnya kebijakan berbasis data geospasial untuk mendukung pembangunan pesisir yang berkelanjutan.

Langkah lain yang dinilai mendesak mencakup pengendalian sumur bor, rehabilitasi mangrove, dan evaluasi pembangunan tanggul laut. Pesan yang disampaikan menegaskan bahwa penghematan air hari ini menjadi bekal kehidupan bagi generasi mendatang.

Peringatan sudah disampaikan ke pejabat terkait

Kondisi Pantura yang genting juga pernah dibahas AHY bersama pejabat terkait, termasuk Kepala Badan Otorita Pengelola Pantura Jawa Didit Herdiawan Ashaf, para wakil menteri, perwakilan lembaga, dan kepala daerah. Pertemuan itu menunjukkan bahwa ancaman pesisir utara Jawa sudah masuk dalam perhatian lintas instansi.

Para peneliti menilai situasi ini perlu perhatian serius karena dapat memperluas wilayah terdampak banjir rob. Tanpa mitigasi yang tepat, kawasan pesisir juga terancam kehilangan keberlanjutan fungsinya di masa depan.

Kajian terbaru menunjukkan kenaikan muka laut di kawasan tersebut berada di kisaran 2,4 hingga 4,3 milimeter per tahun. Angka itu memperkuat gambaran bahwa Pantura bergerak menuju tekanan lingkungan yang makin berat jika langkah pengendalian tidak segera dijalankan.

Source: www.cnbcindonesia.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru