Rob Masih Mengancam Pantura, Semarang-Demak dan Pesisir Jateng Diminta Waspada

Author: Redaksi Android62

Gelombang air laut pasang kembali mengancam pesisir utara Jawa Tengah pada Sabtu, 20 Juni 2026. BMKG memperkirakan banjir rob maksimum dapat terjadi pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB, dengan ketinggian air laut mencapai sekitar 1 meter.

Kondisi ini berpotensi membuat genangan lebih lama surut dan mengganggu aktivitas warga di kawasan pesisir. Jalur Pantura Semarang-Demak juga masih menjadi titik yang perlu diwaspadai karena genangan rob dilaporkan merendam kawasan Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak.

Daerah pesisir yang masuk status siaga

BMKG menyebut sejumlah wilayah Pantura perlu bersiaga menghadapi dampak rob, yakni Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga permukiman, tetapi juga sektor transportasi, bongkar muat di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan petani garam.

Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Wahyu Sri Mulyani, menegaskan bahwa kondisi pasang tersebut dapat membuat banjir di beberapa titik sulit surut. Situasi ini menjadi perhatian karena wilayah pesisir utara Jawa Tengah masih menjadi ruang aktivitas ekonomi yang padat.

Cuaca sore hari ikut berpotensi berubah

Di luar ancaman rob, BMKG Stasiun Meteorologi Semarang memprakirakan cuaca pagi hingga siang umumnya cerah berawan. Namun pada sore hingga awal malam, hujan ringan berpeluang turun di 14 daerah, terutama di kawasan pegunungan dan dataran tinggi.

Daerah yang berpotensi diguyur hujan ringan meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Wonosobo, Mungkid, Karanganyar, Demak, Temanggung, Kajen, Magelang, Salatiga, Semarang, Bumiayu, Majenang, dan Ambarawa. Warga yang beraktivitas di luar ruang perlu menyesuaikan jadwal, terutama menjelang malam.

Gelombang laut dan angin masih perlu dicermati

Suhu udara di Jawa Tengah diperkirakan berada pada kisaran 19 hingga 34 derajat Celsius, dengan kelembapan 50 persen hingga 95 persen. Angin bertiup dari timur ke selatan dengan kecepatan 3 hingga 27 km/jam.

BMKG juga mengingatkan risiko pelayaran di perairan selatan Jawa Tengah yang diprediksi memiliki gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara itu, perairan utara relatif lebih rendah dengan tinggi gelombang 0,5 hingga 1,25 meter, meski nelayan dan operator kapal tetap diminta waspada jika kecepatan angin melampaui 15 knot.

Masyarakat di pesisir dan pengguna jalur Pantura diminta terus memantau pembaruan cuaca melalui kanal resmi BMKG. Peringatan ini penting karena rob berpotensi menghambat mobilitas di jalur utama sekaligus memengaruhi kegiatan harian di pantai utara Jawa Tengah.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru