Di kantor pusat Figure AI di San José, sebuah siaran langsung yang menampilkan robot humanoid Figure 03 justru menarik perhatian karena hal yang paling sederhana: robot itu terus mengangkat, memutar, dan menata paket tanpa henti. Bukan aksi besar yang membuat orang bertahan lama, melainkan pola kerja yang rapi, berulang, dan sesekali diselingi jeda kecil saat robot menyesuaikan posisi paket.
Daya tarik seperti ini muncul karena penonton bisa melihat langsung bagaimana robot menyelesaikan tugas yang sangat monoton. Figure 03 memindahkan paket ke ban berjalan, lalu memutarnya hingga sisi kode batang menghadap ke bawah sebelum meletakkannya kembali, dan gerakan itu berulang sepanjang siaran.
Siaran tersebut awalnya hanya dirancang sebagai eksperimen singkat. Rencana awalnya cuma delapan jam, tetapi minat penonton terus bertahan hingga siaran itu diperpanjang dan akhirnya berlangsung lebih dari seminggu.
Untuk menjaga proses tetap berjalan, Figure AI memakai lebih dari satu robot dalam siaran itu. Alasannya sederhana, karena daya tahan baterai Figure 03 disebut hanya sekitar lima jam saat beban puncak.
Rutinitas yang justru membuat orang menonton
Justru karena gerakannya mirip pekerjaan harian, robot ini terasa memikat bagi banyak penonton. Figure 03 memperlihatkan ketelitian saat memutar kotak di antara jari-jarinya untuk mencari barcode, lalu kembali menempatkannya dengan ritme yang stabil.
Ada kalanya robot terlihat belum sepenuhnya mulus. Saat membutuhkan waktu sedikit lebih lama untuk memahami posisi benda, jeda singkat itu malah memberi kesan nyata dan membuat siaran terasa lebih hidup.
Pada saat pengamatan dilakukan, robot bernama “Frank” sedang bertugas. Di waktu yang sama, lebih dari 1.000 pengguna tercatat menonton siaran itu secara bersamaan.
Saat robot mulai mendekati kerja manusia
Figure AI juga menunjukkan momen ketika manusia dan robot mengerjakan tugas yang sama. Dalam video yang dibagikan pendiri Figure AI, Brett Adcock, di X, hasilnya sangat tipis antara manusia dan robot Figure 03.
Manusia mencatat 2,79 detik per paket, sementara robot berada sedikit di belakang dengan 2,83 detik per paket. Adcock menanggapi hasil itu dengan kalimat, “This is the last time a human ever will win.”
Selisih yang nyaris tidak terlihat itu memperlihatkan bahwa kemampuan robot tersebut sudah sangat dekat dengan kinerja manusia. Karena itu, siaran yang berawal dari eksperimen sederhana berubah menjadi tontonan yang memperlihatkan arah baru otomatisasi di depan mata penonton.
Yang membuat banyak orang bertahan bukan sensasi berlebihan, melainkan kombinasi antara ketelitian, pengulangan, dan momen kecil ketika robot belum sepenuhnya sempurna. Dari situ, siaran Figure AI di San José justru berhasil menjadi tontonan yang sulit dilewatkan.
Source: www.notebookcheck.net






