Kunjungan kenegaraan King Charles III ke Amerika Serikat berakhir dengan suasana yang jauh lebih hangat di Front Royal, Virginia. Bersama Ratu Camilla, ia hadir di kota kecil itu untuk menyapa warga, menyaksikan parade, mencicipi makanan lokal, dan mengikuti acara komunitas yang menonjolkan nuansa khas “small-town America”.
Momen di Virginia menjadi penutup yang berbeda dari rangkaian agenda sebelumnya, yang penuh dengan sorotan diplomatik dan pembahasan sensitif. Lawatan empat hari itu juga berlangsung di tengah ketegangan hubungan Inggris dan Amerika Serikat akibat perang di Iran, namun sambutan dari Presiden Donald Trump tetap memberi nada akrab bagi pertemuan kedua negara.
Akhir hari yang berganti dari khidmat ke meriah
Sebelum tiba di Front Royal, Charles dan Camilla lebih dulu menjalani agenda penghormatan di Arlington National Cemetery, tidak jauh dari Washington. Di sana, keduanya meletakkan karangan bunga dan bunga di Tomb of the Unknown Soldier sebagai tanda hormat kepada prajurit Amerika yang tak dikenal.
Setelah suasana khidmat itu, perjalanan pasangan kerajaan berubah menjadi lebih santai saat mereka menuju acara block party di Front Royal. Kegiatan ini digelar untuk memperingati 250 tahun kemerdekaan Amerika dari Inggris, dan warga menyambut kehadiran mereka dengan parade serta sorak-sorai yang meriah.
Front Royal menampilkan wajah komunitas lokal
Di tengah acara, Charles dan Camilla melihat langsung bagaimana sebuah kota kecil merayakan kebersamaan. Mereka meninjau sajian makanan yang dihadirkan untuk warga, lalu menyaksikan berbagai penampilan yang memperkuat citra tradisi komunitas setempat.
Mereka juga melihat tim Little League lokal dan pertunjukan clogging, tarian rakyat yang diiringi musik bluegrass cepat. Di momen lain, keduanya ikut menyumbang hidangan untuk meja potluck, termasuk Coronation quiche, Victoria sponge cake, dan madu dari sarang lebah kerajaan.
Raja bahkan sempat berbincang dengan seorang petani yang membawa domba berusia sehari. Hewan itu diberi nama Charles, sebuah detail kecil yang menambah warna pada kunjungan tersebut.
Simbol kerajaan di tengah suasana akrab
Kehadiran menu dan kegiatan yang dipilih di Front Royal memperlihatkan upaya menjaga kedekatan dengan warga tanpa menghilangkan identitas kerajaan. Nuansa santai acara itu dipadukan dengan simbol-simbol khas Inggris yang tetap hadir dalam bentuk hidangan dan interaksi formal yang ringan.
Camilla juga menyempatkan diri singgah ke sebuah peternakan kuda. Sementara itu, Charles melanjutkan agenda ke Shenandoah National Park di Blue Ridge Mountains dan bertemu anggota Monacan Indian Nation, yang wilayah leluhurnya mencakup banyak area di kawasan tersebut.
Pertemuan hangat di Gedung Putih
Sebelum rangkaian di Virginia, Charles dan Camilla berpamitan dengan Trump di Gedung Putih. Presiden Amerika Serikat itu memuji Charles sebagai “a great king” dan bahkan menyebutnya “the greatest king, in my book”.
Trump juga mengumumkan penghapusan tarif terhadap wiski Skotlandia “in honor” of Charles and Camilla. Melalui Truth Social, ia mengatakan bahwa raja dan ratu berhasil mendorongnya melakukan sesuatu yang menurutnya tak bisa dilakukan orang lain, bahkan tanpa banyak meminta.
Suasana pertemuan itu juga diwarnai percakapan ringan. Trump sempat bercanda bahwa ibunya yang lahir di Skotlandia pernah mengagumi calon raja itu ketika masih muda.
Pidato di Kongres dan pesan yang dijaga seimbang
Salah satu bagian paling penting dari kunjungan ini muncul lebih dulu saat Charles berpidato di Kongres Amerika Serikat pada Selasa. Itu menjadi pidato pertama seorang raja Inggris di hadapan Kongres sejak Ratu Elizabeth II pada 1991.
Pidato tersebut diterima hangat, meski Charles menyentuh sejumlah isu yang sensitif bagi kubu Trump. Ia berbicara tentang perubahan iklim, pentingnya NATO, pembelaan terhadap Ukraina, serta perlunya pembatasan kekuasaan presiden.
Charles juga berusaha menjaga keseimbangan saat menyebut ketegangan antara Trump dan Perdana Menteri Keir Starmer terkait penolakan Inggris untuk ikut dalam perang melawan Iran. Ia menegaskan bahwa hubungan kedua negara “born out of dispute, but no less strong for it”, atau lahir dari perbedaan, namun tidak menjadi lebih lemah karenanya.
Penutup lawatan di New York dan keberangkatan
Setelah agenda di Washington dan Virginia, Charles dan Camilla berada di New York pada Rabu. Mereka mengunjungi memorial 9/11, bertemu Wali Kota Zohran Mamdani, lalu menjalani agenda terpisah sesuai minat masing-masing.
Charles mengunjungi proyek pertanian berkelanjutan di Harlem, sejalan dengan ketertarikannya pada berkebun dan isu lingkungan. Di waktu yang sama, Camilla merayakan ulang tahun ke-100 Winnie the Pooh di New York Public Library.
Seluruh kunjungan berlangsung dengan pengamanan ketat, dipengaruhi oleh dugaan upaya pembunuhan terhadap Trump di sebuah gala di Washington beberapa hari sebelumnya. Charles dan Camilla kemudian meninggalkan Amerika Serikat pada Kamis malam menuju Bermuda, menutup lawatan yang mempertemukan diplomasi, simbol sejarah, dan sambutan hangat dari kota kecil di Virginia.







