Robot Humanoid Ini Hanya 27 Kilogram, tapi Mampu Menyelesaikan Bedah Langsung

Author: Redaksi Android62

Dua robot humanoid yang dikendalikan dari jarak jauh berhasil menyelesaikan operasi bedah langsung pertama di dunia dalam uji praklinis di Amerika Serikat. Pencapaian itu dinilai penting karena membuka peluang bedah robotik yang lebih mudah dipindahkan ke rumah sakit kecil dan wilayah dengan fasilitas terbatas.

Robot yang dipakai dalam riset itu bernama Surgie dan dibuat jauh lebih ringkas dibanding sistem bedah robotik konvensional. Tingginya sekitar 1,5 meter dengan bobot hanya sekitar 27 kilogram, sedangkan sistem bedah robotik biasa umumnya berbobot sekitar 816 kilogram.

Operasi pada kantong empedu dan mamalia besar

Dalam salah satu uji, satu robot humanoid bekerja bersama seorang dokter bedah untuk mengangkat kantong empedu. Pada prosedur lain, dua robot humanoid bekerja secara bersamaan menyelesaikan operasi yang sama pada mamalia besar nonprimata.

Tim peneliti dari University of California San Diego menyebut hasil itu sebagai langkah penting untuk memperluas akses layanan kesehatan. Hasil risetnya dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature.

Michael Yip, penulis senior penelitian sekaligus dosen Departemen Teknik Elektro dan Komputer UC San Diego, menilai robot humanoid punya masa depan menjanjikan di bidang bedah. Ia mengatakan teknologi itu bisa memperluas akses terhadap operasi penting yang selama ini sulit dijangkau pasien.

“Robot humanoid yang dioperasikan dari jarak jauh maupun secara otonom memiliki potensi besar untuk memperluas akses terhadap operasi penting yang sebelumnya sulit dijangkau pasien. Teknologi ini dapat membantu mengatasi krisis layanan kesehatan, tidak hanya di Amerika Serikat, tetapi juga di seluruh dunia,” ujar Yip dilansir dari VnExpress.

Lebih ringkas, tetapi belum lepas dari tantangan

Meski hasilnya menjanjikan, para peneliti mengakui masih ada sejumlah tantangan sebelum teknologi ini bisa dipakai luas. Selama uji coba, robot beberapa kali memerlukan kalibrasi ulang sehingga waktu operasi menjadi lebih lama dibandingkan sistem bedah robotik yang sudah tersedia.

Tantangan lain adalah latency atau jeda komunikasi antara perintah dokter bedah dan pergerakan robot. Menurut peneliti, jeda itu harus diperkecil agar operasi jarak jauh bisa berlangsung aman dan efektif.

Peneliti juga menyebut robot humanoid tersebut dapat diintegrasikan ke ruang operasi yang sudah ada dengan sedikit penyesuaian pada instrumen bedah standar. Tingkat presisinya disebut sebanding dengan sistem bedah robotik jarak jauh yang saat ini digunakan.

Perbandingan ukuran robot dan sistem konvensional

Perbandingan Sistem Bedah Robotik Konvensional Robot Humanoid Surgie
Bobot Sekitar 816 kilogram Sekitar 27 kilogram
Tinggi Tidak disebutkan Sekitar 1,5 meter
Kebutuhan ruang Butuh ruang operasi khusus dan perangkat pendukung tertentu Lebih mudah dipindahkan dan dapat diintegrasikan dengan penyesuaian kecil

Ke depan, robot humanoid diproyeksikan tidak hanya membantu operasi, tetapi juga mengambil peralatan bedah, membantu tugas rutin tenaga medis, hingga membersihkan ruang operasi setelah prosedur selesai. Yip menyebut tujuan jangka panjang tim adalah menghadirkan ruang operasi masa depan yang membuat robot humanoid dan tenaga medis bekerja berdampingan sebagai satu tim.

Dengan ukuran yang jauh lebih ringkas dan kemampuan yang mulai terbukti dalam uji praklinis, teknologi ini menjadi salah satu kandidat penting untuk membawa bedah robotik keluar dari ruang operasi besar dan menuju fasilitas yang lebih luas.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru