Kemampuan robot humanoid Xiaomi kembali menyita perhatian setelah tampil memotret menggunakan ponsel flagship Xiaomi 17T Pro. Dalam demonstrasi singkat itu, robot tidak hanya mengangkat perangkat, tetapi juga menyesuaikan zoom lewat tombol volume fisik sebelum menekan tombol rana.
Aksi tersebut memperlihatkan bahwa robot Xiaomi sudah bergerak ke tahap yang lebih presisi. Gerakannya tampak halus dan terukur, sehingga interaksi dengan perangkat digital terasa semakin mendekati cara kerja manusia.
Presisi tangan dan gerak menjadi sorotan
Yang paling menarik dari demonstrasi ini adalah cara robot memegang ponsel dan mengatur komposisi foto. Xiaomi menampilkan robot sebagai sistem yang mampu menyesuaikan tindakan secara adaptif, bukan sekadar mesin yang bergerak kaku.
Hal ini juga menegaskan fokus perusahaan pada peningkatan ketangkasan fisik atau physical dexterity. Bagi Xiaomi, kemampuan seperti itu penting agar robot dapat menjalankan tugas praktis di lingkungan nyata.
Pengembangan robot tidak berhenti di demonstrasi
Langkah Xiaomi di bidang robot humanoid memang tidak muncul secara tiba-tiba. Perusahaan ini sudah beberapa kali memamerkan kemajuan bertahap sebagai bagian dari riset yang terus mereka kembangkan.
Salah satu target besar yang pernah disampaikan adalah penempatan robot CyberOne di lini manufaktur mandiri milik Xiaomi. CEO Xiaomi Lei Jun juga menegaskan ambisi untuk mengintegrasikan robot humanoid ke pabrik produksi Xiaomi dalam skala besar dalam lima tahun ke depan.
Uji pabrik menunjukkan kemampuan kerja yang stabil
Di luar demonstrasi memotret, Xiaomi sebelumnya mengonfirmasi bahwa robot-robot buatannya mampu bekerja selama tiga jam tanpa henti. Pengujian itu dilakukan di stasiun instalasi mur self-tapping pada pabrik perakitan mobil elektrik mereka.
Hasil pengujian tersebut cukup mencolok karena robot mencatat tingkat keberhasilan 90,2 persen untuk instalasi bilateral secara simultan. Capaian itu juga harus mengikuti ritme produksi yang ketat, dengan siklus waktu hanya 76 detik per komponen.
Tangan bionik dibuat lebih kecil dan lebih lincah
Perubahan besar juga terlihat pada struktur tangan bionik robot terbaru Xiaomi. Versi ini disebut 60 persen lebih kecil dibandingkan generasi sebelumnya, sehingga ukurannya lebih mendekati tangan pekerja manusia dewasa.
Selain lebih ringkas, tangan bionik tersebut memiliki degrees of freedom 64 persen lebih tinggi. Xiaomi juga membekalinya dengan full-palm tactile sensor seluas 8.200 milimeter persegi agar robot bisa merasakan tekstur dan tekanan benda secara real-time.
Ketahanan komponen ini turut menjadi perhatian. Siklus hidup genggamannya diklaim mampu menembus lebih dari 150.000 kali operasi, sementara bionic sweat gland system dipakai untuk membantu pengaturan suhu agar robot tidak mudah overheating.
Prioritasnya adalah penggunaan nyata
Lei Jun juga menyampaikan lewat akun Weibo pribadinya bahwa tim robotik Xiaomi berhasil meraih juara pertama dalam dua kompetisi internasional berbeda. Ia menyebut Xiaomi unggul atas juara bertahan dan rival terdekat dengan selisih skor yang jauh.
Di saat yang sama, Lei Jun menegaskan bahwa arah pengembangan robotik Xiaomi adalah kegunaan praktis di dunia nyata. Karena itu, demonstrasi robot yang memotret dengan Xiaomi 17T Pro tidak hanya menampilkan kecanggihan teknis, tetapi juga memberi gambaran tentang kesiapan teknologi menuju pemakaian yang lebih luas dalam aktivitas sehari-hari manusia.
