Rodri melengkapi koleksi prestasinya setelah membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 sekaligus meraih Golden Ball. Gelar dunia itu menempatkan gelandang berusia 30 tahun tersebut dalam kelompok pemain dengan pencapaian paling lengkap di sepak bola.
Spanyol memastikan trofi setelah menang 1-0 atas Argentina melalui babak tambahan waktu di New York Stadium. Final berlangsung pada Senin (20/7) dini hari WIB dan menjadi penanda gelar Piala Dunia kedua bagi La Roja.
Rodri tidak menuntaskan pertandingan hingga peluit akhir karena digantikan saat babak tambahan waktu. Namun, perannya dalam mengatur ritme permainan tetap menjadi elemen penting ketika Spanyol menghadapi tekanan Argentina.
Kontrol permainan di laga final
Pada laga penentuan, Rodri membukukan 101 umpan akurat dengan tingkat keberhasilan 95 persen. Angka itu menggambarkan perannya sebagai penghubung antara lini belakang dan lini depan Spanyol.
Keberhasilan menjaga sirkulasi bola membantu Spanyol mempertahankan struktur permainan dalam duel yang ketat. FIFA kemudian memberikan Golden Ball kepada Rodri sebagai pemain terbaik turnamen.
| Catatan Rodri | Jumlah | Keterangan |
|---|---|---|
| Penampilan | 8 pertandingan | Sepanjang turnamen |
| Umpan sukses | 648 | Akurasi 93,2 persen |
| Aksi bertahan | 41 | Sepanjang turnamen |
| Rebut kembali bola | 40 | Sepanjang turnamen |
Peran di kedua fase permainan
Kontribusi Rodri tidak hanya terlihat ketika Spanyol menguasai bola. Dalam delapan pertandingan, ia mencatatkan 41 aksi bertahan dan 40 kali merebut kembali penguasaan bola.
Menurut data pertandingan yang dihimpun Medcom.id, Rodri menjadi titik penting permainan meski tidak selalu tampil melalui gol atau assist. Ia menjalankan fungsi pengatur tempo sekaligus pelindung ruang di depan lini belakang.
Konsistensi itu turut menopang pertahanan Spanyol sepanjang kompetisi. La Roja hanya kebobolan satu gol sejak fase grup hingga pertandingan final.
Sepanjang turnamen, Rodri mencatatkan 648 umpan sukses dengan akurasi 93,2 persen. Catatan tersebut menunjukkan kemampuannya menjaga aliran bola secara konsisten dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya.
Daftar gelar yang semakin lengkap
Sebelum menjuarai Piala Dunia 2026, Rodri telah mengoleksi sejumlah trofi besar bersama klub dan tim nasional. Ia pernah memenangkan Ballon d’Or, Liga Champions UEFA, UEFA EURO, UEFA Nations League, dan Piala Dunia Antarklub FIFA.
Sejumlah gelar level klub itu diraih bersama Manchester City di bawah arahan Pep Guardiola. Dalam beberapa musim terakhir, Rodri menjadi salah satu figur sentral di lini tengah The Citizens.
Tambahan trofi bersama Timnas Spanyol membuat pencapaian Rodri kerap disebut sebagai karier yang telah “menamatkan sepak bola”. Istilah tersebut merujuk pada pemain yang mampu meraih hampir seluruh gelar paling bergengsi di level klub maupun internasional.
Pencapaian itu disejajarkan dengan nama-nama seperti Franz Beckenbauer, Gerd Müller, Rivaldo, Ronaldinho, dan Lionel Messi. Bagi Spanyol, gelar 2026 juga mengakhiri penantian sejak keberhasilan pertama mereka pada 2010 di Afrika Selatan.
Keberhasilan di New York Stadium mempertegas posisi Rodri dalam era baru kejayaan Spanyol. Ia menjadi pengatur permainan yang berperan besar dalam perjalanan La Roja menuju gelar dunia kedua.
Source: www.medcom.id






