Ronde, Angsle, dan Tahwa Legendaris di Malang, Hangatnya Pas Untuk Malam Mbediding

Saat malam Malang turun dan udara mbediding mulai terasa, pilihan minuman hangat kembali jadi incaran banyak orang. Di tengah situasi seperti ini, ronde, angsle, dan tahwa tetap bertahan sebagai sajian yang akrab, murah, dan pas untuk menghangatkan badan.

Daya tariknya bukan cuma soal rasa manis dan kuah panas. Sejumlah tempat legendaris juga membuat minuman-minuman ini terasa seperti bagian dari tradisi kuliner kota yang sudah hidup puluhan tahun.

Jejak panjang yang membuatnya tetap dicari

Di Malang, minuman hangat bukan sekadar teman malam, tetapi juga alasan banyak warga datang kembali ke tempat yang sama. Usaha yang bertahan lama memberi nilai tambahan, karena pengunjung bisa menikmati cita rasa yang sudah dikenal sejak dulu.

Hal ini terlihat dari beberapa kedai yang masih ramai diburu saat suhu turun. Jam buka yang cenderung cocok untuk sore hingga malam membuatnya makin relevan bagi pencari kuliner hangat.

Ronde Titoni, nama lama yang terus dikenal

Salah satu yang paling sering disebut adalah Ronde Titoni. Tempat ini berdiri sejak 1948 dan kini berlokasi di Jalan Zainal Arifin, setelah sebelumnya berjualan di jalan yang menjadi asal nama Titoni.

Menu utamanya adalah ronde hangat dengan kuah jahe yang cocok dinikmati saat malam semakin dingin. Warung ini buka pukul 18.00 hingga 00.00 WIB, dengan harga mulai dari Rp7.000 per porsi.

Angsle dan ronde di Pak Solikin masih bertahan

Pilihan lain datang dari Angsle dan Ronde Pak Solikin di Jalan Zaenal Zakse No. 80, Kota Malang. Kedai sederhana ini sudah berdiri sejak 1976 dan tetap dikenal karena mempertahankan cita rasa khasnya.

Ronde menjadi menu yang paling menonjol, tetapi angsle juga punya banyak penggemar. Harga per porsinya sekitar Rp9.000 dan kedainya buka mulai pukul 13.00 hingga tengah malam.

Tahwa untuk pencinta rasa lembut dan hangat

Bagi yang lebih cocok dengan tahwa, Tahwa Mas Agus bisa menjadi tujuan berikutnya. Kedai ini berada di Jalan Aries Munandar No. 20, Kidul Dalem, Kecamatan Klojen, Kota Malang, dan mempertahankan resep turun-temurun sejak 1998.

Tekstur tahwa yang lembut berpadu dengan kuah hangat, sehingga minuman ini enak dinikmati kapan saja. Tahwa Mas Agus buka setiap hari pukul 09.30 hingga 20.00 WIB dengan harga mulai dari Rp5.000 hingga Rp12.000.

Kenapa minuman hangat tetap punya tempat di Malang

Kehadiran ronde, angsle, dan tahwa menunjukkan bahwa kuliner sederhana masih punya penggemar kuat di kota ini. Saat mbediding datang, banyak orang mencari sesuatu yang hangat, mudah dijangkau, dan sudah akrab di lidah.

Tiga nama tersebut juga menawarkan karakter yang berbeda, sehingga warga maupun wisatawan punya banyak pilihan sesuai selera. Dari ronde dengan kuah jahe, angsle yang disukai banyak pembeli, sampai tahwa yang lembut, minuman hangat di Malang tetap menjadi bagian penting dari malam yang sejuk.

Source: radarmalang.jawapos.com

Berita Terkait