Perubahan gerak inti dalam Bumi tidak menimbulkan dampak besar bagi kehidupan di permukaan. Pengaruh yang terdeteksi hanya berupa variasi sangat kecil pada panjang satu hari, sekitar sepersekian milidetik.
Nilai tersebut terlalu kecil untuk dirasakan manusia dalam aktivitas sehari-hari. Pengukurannya pun memerlukan instrumen ilmiah dengan tingkat presisi tinggi.
Fenomena yang sempat disebut sebagai putaran berlawanan arah ini perlu dipahami secara tepat. Inti dalam tidak tiba-tiba berputar terbalik secara mutlak, melainkan mengalami perubahan kecepatan rotasi relatif terhadap permukaan Bumi.
Analisis gelombang seismik dari ratusan gempa menunjukkan inti dalam mulai melambat sekitar 2009–2010. Setelah itu, bagian terdalam planet tersebut tampak berhenti secara relatif sebelum bergerak ke arah sebaliknya.
Bukan Pemicu Bencana Alam
Perubahan kecepatan ini tidak diikuti bukti bahwa inti dalam dapat memicu gempa bumi, letusan gunung api, atau bencana alam lain. Karena itu, fenomena tersebut tidak menjadi tanda gangguan mendadak pada kondisi Bumi.
Gerak di bagian dalam planet berlangsung dalam skala yang sangat berbeda dari aktivitas manusia di permukaan. Dinamika tersebut juga berlangsung jauh di bawah lapisan tempat manusia hidup.
| Fakta | Keterangan |
|---|---|
| Lokasi inti dalam | Lebih dari 5.000 kilometer di bawah permukaan Bumi |
| Komposisi utama | Besi dan nikel |
| Perubahan yang diamati | Melambat, berhenti relatif, lalu tampak bergerak berlawanan arah |
| Perkiraan awal perubahan | Sekitar 2009–2010 |
Interaksi Kompleks di Perut Bumi
Inti dalam Bumi tersusun atas besi dan nikel serta berada lebih dari 5.000 kilometer dari permukaan. Posisi yang sangat dalam membuat pergerakannya hanya dapat dipelajari secara tidak langsung, salah satunya melalui catatan gelombang seismik.
Gelombang dari gempa yang merambat melintasi interior planet memberi petunjuk mengenai perubahan kondisi di bagian terdalam Bumi. Data dari banyak peristiwa gempa kemudian digunakan untuk melihat pola gerak inti dalam.
Menurut Nature Geoscience, perubahan rotasi tersebut diduga berkaitan dengan interaksi medan magnet pada inti luar yang cair dan gaya gravitasi mantel Bumi. Kedua pengaruh itu bekerja dalam sistem geofisika yang rumit dan berlangsung dalam jangka panjang.
Dengan demikian, perubahan arah relatif bukanlah gerak acak. Peristiwa ini dipahami sebagai bagian dari siklus alami yang dapat berlangsung selama beberapa dekade.
Kaitannya dengan Medan Magnet Bumi
Walau dampaknya di permukaan sangat terbatas, penelitian mengenai inti dalam Bumi tetap penting bagi ilmu kebumian. Pergerakannya berhubungan dengan dinamika inti luar cair, wilayah yang berperan dalam pembentukan medan magnet Bumi.
Medan magnet tersebut menjadi pelindung alami planet terhadap radiasi berbahaya dari Matahari. Pemahaman yang lebih baik mengenai hubungan antarlapisan interior Bumi dapat membantu menjelaskan cara kerja perlindungan alami itu.
Perubahan kecil pada rotasi Bumi juga menjadi salah satu aspek yang diperhatikan dalam kajian ini. Variasi panjang hari yang sangat kecil menunjukkan bahwa proses di bagian terdalam planet dapat memiliki jejak terukur, meski nyaris tidak terasa.
MediaIndonesia.com mencatat, data seismik yang lebih panjang masih dibutuhkan untuk memperjelas hubungan antara rotasi inti dalam, medan magnet, dan perubahan kecil pada putaran Bumi. Kajian lanjutan diharapkan dapat mengungkap pola evolusi planet yang selama ini masih menyimpan banyak pertanyaan.
Source: mediaindonesia.com






