Rotasi besar kembali terjadi di tubuh Polri dengan total sembilan jabatan kapolda bergeser sekaligus. Di antara nama yang paling disorot, Irjen Pipit Rismanto kini resmi ditunjuk memimpin Polda Jabar menggantikan Irjen Rudi Setiawan.
Pergantian ini menunjukkan adanya penataan kepemimpinan di tingkat kewilayahan yang dilakukan secara serentak. Langkah tersebut juga menandai penyegaran organisasi agar ritme tugas di sejumlah daerah tetap berjalan.
Perubahan jabatan itu tertuang dalam Surat Telegram Nomor ST/960/V/KEP./2026. Dokumen tersebut ditandatangani Asisten Kapolri Bidang Sumber Daya Manusia, Irjen Anwar, dan diterbitkan pada 7 Mei 2026.
Dengan dasar surat itu, penempatan para kapolda baru menjadi bagian dari mutasi resmi yang berlaku dalam struktur Polri. Jawa Barat pun masuk dalam daftar wilayah yang mengalami pergantian pimpinan daerah.
Irjen Pipit Rismanto menjadi nama yang paling mendapat perhatian karena posisinya di Jawa Barat dinilai strategis dalam susunan kepolisian daerah. Ia menggantikan Irjen Rudi Setiawan dalam rangkaian rotasi yang mencakup banyak wilayah.
Delapan wilayah lain ikut bergeser
Selain Jawa Barat, delapan daerah lain juga mengalami pergantian kapolda. Rotasi tersebut mencakup Sumbar, Kaltara, Kalbar, Malut, NTB, Bengkulu, Sultra, dan Sulteng.
Di Sumbar, jabatan kapolda kini dipegang Irjen Djati Wiyoto. Sementara itu, Kapolda Kaltara dijabat Brigjen Agus Wijayanto dan Kapolda Kalbar dipercayakan kepada Irjen Alberd Teddy Benhard Sianipar.
Perubahan juga terjadi di Malut, yang kini dipimpin Brigjen Arif Budiman. Adapun posisi Kapolda NTB kini diisi Irjen Kalingga Rendra Raharja.
Susunan baru di jajaran kapolda
Rotasi berikutnya menempatkan Brigjen Yudhi Sulistianto sebagai Kapolda Bengkulu. Di Sultra, jabatan tersebut kini dipegang Brigjen Himawan Bayu Aji.
Sementara itu, Kapolda Sulteng kini dijabat Brigjen Nasri. Pergeseran di sembilan wilayah ini memperlihatkan mutasi yang cukup luas dalam kepemimpinan kepolisian daerah.
Dalam konteks organisasi, pergantian pimpinan wilayah seperti ini penting untuk menjaga kesinambungan tugas dan penyesuaian terhadap kebutuhan masing-masing daerah. Rotasi besar juga menjadi penanda adanya arah baru dalam pengelolaan kepolisian di level kewilayahan.
