Rp 98 Triliun Mengalir Ke AI Korea Selatan, Pusat Komputasi Nasional Jadi Andalan Baru

Author: Redaksi Android62

Korea Selatan menyiapkan langkah besar untuk memperkuat fondasi AI nasional dengan dana investasi senilai US$ 5,7 miliar atau sekitar Rp 98 triliun. Uang sebesar itu tidak hanya diarahkan ke pengembangan model AI, tetapi juga ke infrastruktur komputasi, energi, dan material pendukung yang menopang ekosistem teknologi tersebut.

Komisi Layanan Keuangan menyebut komite manajemen dana pertumbuhan nasional telah menyetujui lima proyek pada Rabu (29/4/2026). Persetujuan itu menjadi sinyal bahwa pemerintah Korea Selatan ingin bergerak lebih cepat dalam membangun kapasitas AI dari hulu ke hilir.

Pusat komputasi AI nasional jadi andalan

Salah satu fokus terbesar dari dana tersebut adalah pembangunan pusat komputasi AI nasional. Pemerintah Korea Selatan sudah menyetujui investasi ekuitas untuk proyek itu, dengan skema pengelolaan melalui perusahaan tujuan khusus hasil kerja sama pemerintah dan swasta.

Fasilitas tersebut akan dipasangi 15.000 unit pemrosesan grafis. Kapasitas itu disiapkan untuk menyediakan daya komputasi berkinerja tinggi bagi industri dan lembaga penelitian yang membutuhkan infrastruktur stabil untuk sistem AI modern.

Kebutuhan semacam ini menjadi penting karena beban kerja AI terus menuntut komputasi besar. Karena itu, pemerintah menempatkan pusat komputasi sebagai salah satu fondasi utama agar pengembangan AI nasional tidak tertinggal dari negara lain.

Dukungan untuk pemain AI lokal

Selain infrastruktur, pemerintah juga mengarahkan dana ke pengembang AI dalam negeri. Salah satunya adalah investasi sekitar 560 miliar won untuk perusahaan AI lokal Upstage, dengan 100 miliar won berasal dari dana industri strategis tingkat lanjut.

Dukungan itu ditujukan untuk memperkuat pengembangan large language model atau LLM serta model dasar AI milik Upstage. Langkah ini menunjukkan bahwa Korea Selatan tidak hanya membangun fasilitas, tetapi juga berusaha memperkuat perusahaan lokal agar mampu bersaing di pasar AI yang semakin padat.

Seorang pejabat Komisi Jasa Keuangan mengatakan, “Kami akan mempercepat investasi di industri dan infrastruktur maju melalui dana pertumbuhan nasional dan meningkatkan daya saing di seluruh ekosistem AI.” Pernyataan tersebut menegaskan bahwa target pemerintah mencakup keseluruhan ekosistem, bukan satu proyek tunggal.

Efek ke energi dan material pendukung

Dorongan investasi AI juga merembet ke sektor lain yang ikut menentukan kelancaran industri digital. Pemerintah menilai kebutuhan listrik akan naik seiring bertambahnya penggunaan pusat data AI, sehingga dukungan terhadap infrastruktur energi ikut masuk dalam perhatian kebijakan.

Komisi Layanan Keuangan juga menyalurkan pinjaman berbunga rendah sebesar 250 miliar won untuk pembangunan pabrik produksi grafit bulat. Material itu merupakan komponen penting dalam pembuatan baterai isi ulang.

Keterkaitan antara AI, energi, dan material memperlihatkan arah kebijakan yang lebih luas. Korea Selatan tampak menata rantai pendukungnya sekaligus, agar percepatan teknologi tidak tersendat pada keterbatasan daya komputasi, pasokan listrik, atau bahan industri yang dibutuhkan.

Dengan lima proyek yang sudah disetujui, strategi Korea Selatan terlihat bergerak ke arah pembentukan basis teknologi yang lebih kuat. Investasi jumbo ini menempatkan AI sebagai pusat, tetapi tetap menghubungkannya dengan kebutuhan industri lain yang ikut menentukan daya saing nasional.

Source: www.beritasatu.com
Berita Terbaru